Tulisan Smile

10 oktober 2010

First you make habit and then the habit will make you..
Itu kalimat awal yag saya sampaikan kepada temen2 pada smile (SMA 1 Sleman) edisi pertama kemarin..
Materi yang bertemakan Akhlak saya mulai dengan pernyataan di atas.
Seperti apa itu mas?
feel -> think -> word -> action -> habit -> character
Bagaimana kamu mengenali karaktermu?
Tentu saja karakter yang akan kamu munculkan tentunya tidak jauh dari kebiasaan-kebiasaan yang kamu lakukan.
Yah, memang benar bahwa kebiasaan kebiasaan kita sehari-harilah yang akan membentuk karakter kita.Kmudian dari mana kebiasaan itu muncul? kebiasaan itu muncul dari tindakan (action) kita sehari-hari yang kemudian diulang-ulang (the power of repeating), Sekarang mulailah saatnya untuk menidentifikasi kebiasaan-kebiasaan kita, merupakan kebiasaan yang baik atau yang buruk, jika memang kebiasaam kita baik maka pertahankan, tapi jika kebiasaan kita buruk maka segera block -> delete.

Karena seperti yang saya sampaikan di awal tadi kebiasaan kitalah yang akan membentuk karakter kita menjadi seperti apa.Kebiasaan yang terdiri atas perbuatan (action) kita yang terulang-ulang.
Lalu apa yang mempengarui tindakan/perbuatan kita itu?
Perbuatan perbuatan kita dipengaruhi oleh ucapan/perrkataan kita, bagaimana sebuah perkataan itu akan mengilhami langkah2 kita, maka dari itu penting untuk kita dari sekarang meminimalisir penggunaan kata-kata negatif dalam kehidupan sehari-hari.
Belum berhenti di situi, kata-kata yang kita ucapkan ternyata juga ada yang mempengaruhi, apakah itu ?
Yah, itu adalah pikiran, bagaimana sesuatu yang kita katakan berasal dari dalam pikiran kit, jadi perkataan seseorang dapat mencerminkan apa yang ada di dalam pikirannya, atau seperti apa orang tersebut
Setelah dirunut ternyata seperti itu ya, cukup panjang prosesnya.. tapi perlu diingat ada satu lagi yang dapat mengendalikan pikiran kita ? Sesuatu yang lebih luar biasa dari pikiran ? Apa itu?
Dari buku Quantum Ikhlas, bahwa pikiran kita (pikiran sadar) ternyata dapat dikendalikan/dipengaruhi/dikontrol oleh sesuatu yang luar biasa yaitu pikiran bawah sadar (Qolbu), So, mulai dari sekarang mari mulai untuk sering berkomunikasi dengan hati karena hati menyimpan potensi yang luar biasa.
Berkaitan dengan akhlak, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh temen-temen ketika bahwa akhlak menurut persepsi mereka adalah perilaku, maka saya hubungkan darimana akhlak itu dimunculkan, karena tentu saja seorang yang ingin memiliki akhlak mulia tidak bisa dengan begitu saja, tapi membutuhkan kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupannya sehari-hari, Saya berpesan kepada temen-temen dengan sebuah lagu, "AWALI DENGAN BASMALLAH, AKHIRI DENGAN ALHAMDULILLAH" semoga dengan ini menjadi awal yang baik.

Wallahu 'alam bisshowab

Semoga bermanfaat

Hikmah bambu

sebatang pohon bambu merasa sakit hari dan perih tidak tertahankan, ketika ia harus ditebang dari tempatnya yang nyaman dan rimbun di tengah teman-temannya yang lain,,, ia harus meninggalkan semuanya....
tak cukup hanya itu, kemudian tubuhnya pun dipotong-potong dan dapat dibayangkan sakit yang ia rasakan,,,
darah dan air matanya mengalir menyatu bersama goresan-goresan sabetan golok dari tuannya.....
menangislah ia , melihat tubuhnya terpotong berkeping-keping...

Namun,, beberapa waktu kemudian ia baru sadar dan merasa sangat bahagia ketika ia melihat potongan-potongan tubuhnya digunakan sebagai obor sebagai penerang di saat senja, juga digunakan sebagai pia untuk irigasi dan mengaliri sawah warga kampung....

kini ia selalu tersenyum setiap hari karena pengorbanannya yang sangat menyakitkan itu dapat memberikan manfaat yang LUAR BIASA bagi orang lain...

mari kita nikati proses ini dan Insyaallah kita akan endapatkan balasan atas apa yang kita usahakan tanpa sedikitpun terbalik.. amiin


Biji Itu


Andai Biji itu,
hanya menumbuhkan akarnya, tanpa kehendak untuk tampil dengan batang yg kokoh menggapai lagit dengan ranting dan cabangnya serta berbuah manis setiap masa,
jadilah ia bangkai,
yang layaknya memang terkubur dalam-dalam
Ketika pun dunia dipenuhi maksud baik dan hati yang berbudi, maka yang membedakan mereka adalah aksi dan amal mereka, Bumi pun menanti makhluk yang diamanahi pemakmuran ini

Ketika orang -orang menertawakan colombus yang berhasil menemukan benua amerika dengan hanya mengarungi perjalanan ke barat, colombus hanya tersenyum..
kemudian berkata ' saudara sekalian, apakah ada di antara anda yang mampu menegakkan telur ini (sambil menunjukkan telur yang berbentuk lonjong)serentak orang-orang di sekitarnya menjawab,' itu hal yang tidak mungkin'
kemudian colombus pun mengambil telur itu dan diretakkannya bagian bawah (sehingga terdapat sisi yang datar), setelah itu ia letakkan telur itu sehingga dapat berdiri tegak
Kemudian orang - orang di sekitarnya berkata ' oo, kalau begitu caranya kami pun bisa...'colombus pun tersenyum lebih lebar mendengar perkataan mereka.....

[Catatan Dalam Dekapan Ukhuwah #1]

PKM GT 2012 (AURE CUMTE)

AURE CUMTE (AUTO REPORT COMUNICATION ELECTRONIC) UNTUK MENINGKATAN PERAN SERTA DAN KONTROL ORANG TUA/WALI TERHADAP PROSES PENDIDIKAN ANAK DI SEKOLAH
Peran serta orang tua terhadap pendidikan anaknya sangat menentukan keberhasilan belajar siswa tersebut. Semakin tinggi peranserta orang tua siswa semakin tinggi pula prestasi belajar yang dicapai siswa.  Pada beberapa sekolah di jenjang tertentu (PAUD/TK/SD) terdapat terobosan program berupa buku penghubung yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara guru (pihak sekolah) dengan wali murid. Program buku penghubung ini dapat membantu orang tua untuk turut serta memantau proses dan perkembangan anaknya di sekolah. Penggunaan buku penghubung mempunyai kendala pada akses informasi yang tidak bisa secara langsung diterima oleh orang tua siswa dan buku yang tidak disampaikan kepada wali murid menyebabkan informasi terputus, sehingga dengan semakin majunya teknologi informasi, maka perlu diadakan pengembangan system dari cara manual menjadi otomatis melalui aure cumte (auto report comunication electronic) sehingga informasi dapat disampaikan secara praktis dan mudah karena langsung melalui sms ke nomor hp wali murid. Aure Cumte (Auto Report Communication Electronic) merupakan sistem otomatis yang berfungsi untuk mengirimkan informasi melalui pesan singkat (short message service). Aure Cumte dapat diterapkan pada semua jenjang pendidikan mulai dari jenjang TK,SD, SMP, SMA bahkan dengan beberapa pengembangan dapat diterapkan pada  jenjang perkuliahan. Aure Cumte memiliki 3 bagian, berupa bagian input data, pemroses dan output untuk mengeksekusi perintah.


download Proposal lengkapnya Klik di sini
Nuri Ardiansyah

Tentang Salim A. Fillah

Bapak dan Ibu. Saya harus menyebut beliau berdua jika kita berbincang tentang menulis. Saya yakin, jika Allah berkenan menjadikan tiap huruf yang mengalir dari jemari saya ini sebagai kebaikan, maka kebaikan itu pertama-tama akan menjadi hak mereka.
Bapak dan Ibu, dalam keterbatasan mereka, yang menyediakan untuk saya berbagai-bagai bacaan semenjak saya kecil. Saya terkenang saat saya kelas 5 SD. Ketika itu, Ibu membawa saya ke sebuah toko buku di awal tahun ajaran. Maksudnya tentu untuk berbelanja buku pelajaran dan alat tulis sebagaimana lazimnya anak lain. Karena Ibu ada kepentingan lain, beliau tinggalkan saya di toko buku dengan uang yang pas untuk membeli semua keperluan tahun ajaran baru.
Saat beliau kembali, beliau hanya bisa geleng-geleng kepala. Yang saya beli adalah buku-buku yang sama sekali tidak nyambung dengan anak kelas 5. Yang ada di keranjang belanja justru buku sejarah, biografi tokoh, filsafat, dan psikologi! Seingat saya, dari lisan Ibu hanya keluar pekik, “Masyaallah!” Dan saat sampai di rumah, Bapak saya juga hanya tertawa-tawa.
Selepas SMP, yang juga berarti selepas dari pesantren, saya baru mulai berani menyusun kata-kata. Selalu saja ada yang menyatakan kalimat-kalimat saya unik, tapi itu artinya tak baku. Tak bisa diterima. Di saat seperti itu, Bapak yang adalah guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA selalu membesarkan hati saya. “Bahasa itu kesepakatan”, saya ingat selalu nasihat ini, “Artinya jika penyampai dan penerima telah memahaminya, maka bahasa itu baik dan benar.”
Sebenarnya cita-cita saya ketika kecil klise dan muluk. “Menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.” Di SMA saya sadar, ada peran yang harus saya ambil secara spesifik kalau ingin betul-betul berguna. Dan saya lihat—selain kesibukan berorganisasi yang membuat saya jarang menatap mentari dari rumah—salah satu yang luas jangkauan manfaatnya adalah menulis.
Selama SMA itu, saya ingat, cukup banyak tulisan yang saya hasilkan, alhamdulillah. Saya ikuti aneka lomba kepenulisan. Ada lomba karya tulis ilmiah, penulisan artikel lepas, lomba esai, lomba cerpen—termasuk LMCPI-nya Annida—sayembara novel, dan lainnya. Hampir setiap informasi lomba yang datang ke sekolah, saya coba untuk mengikutinya. Dan alhamdulillah, sampai sekarang belum pernah ada yang menang sama sekali!

Tiga Bulan Tidak Mampu Memandang Wajah Suami

Pernikahan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.
Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.
Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.
Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.
Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.
Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.
Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.
Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.
Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.
Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya: “Wahai fulan, saya telah bersabar selama
Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”. Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.

Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah di hadapannya.

Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”. Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal. Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”. Sang istri pun bad rest di rumah sakit.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”. “Haah, pergi?”. Kata sang istri. “Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.

Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri. Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.

Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi”.

Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.

Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.

Dan subhanallah …

Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.

Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.

Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan. Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.

Hampir saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.

Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

(Diterjemahkan dari kisah yang dituturkan oleh teman tokoh cerita ini, yang kemudian ia tulis dalam email dan disebarkan kepada kawan-kawannya)

[sumber: www.seorangayah.wordpress.com]

Koruptor Masuk Surga?

Seorang anggota dewan yang dikenal sebagai tokoh parpol diketahui sedang berada dalam surga meskipun tokoh tersebut pada saat di dunia dikenal sebagai koruptor. Tiba-tiba ada salah seorang penghuni di surga yang tahu dan bertanya kepadanya karena kebetulan dulu konstituennya di parpol.
“Wah selamat pak, meskipun dulu bapak di dunia termasuk koruptor kelas kakap tapi akhirnya bisa masuk surga juga ya”
Di jawab oleh koruptor tersebut:
“Jangan gitu ah, saya cuma studi banding aja kok di surga ini meneruskan pekerjaan saya dulu yang sering studi banding ke mana saat di dunia.”
"Ooo, masa sih pak"

(oleh-oleh dari seorang dosen)