Tipe Pasangan Suami Istri


Tipe pasangan suami istri yang tergambar di dalam A;-Qur'an
1. Tipe Keluarga Nabi Ibrahim
Tipe keluarga yang suaminya sholeh, senantiasa mengajak ke surga begitu pula dengan istrinya yang sholihah dan senantiasa mengajak dan mengingatkan suami untuk sama-sama menuju surga
2. Tipe Keluarga Raja Fir’aun
Tipe keluarga ini adalah tipe keluarga yang suaminya senantiasa ‘istiqomah’ dalam maksiat dan Musyrik sedangkan istrinya istiqomah dalam kebaikan, sehingga Suaminya senantiasa mengarah ke neraka dan istrinya senantiasa mengarah ke surga.
3. Tipe Keluarga Nabi Nuh AS
Tipe keluarga ini kebalikan dari tipe keluarga Raja Fir’aun, dimana Suaminya sholeh dan senantiasa mengajak/ menyeru dan mengarahkan ke surga, sedangkan Istri dan anaknya senantiasa membangkang dan mengikuti nenek moyang dan tenggelam dalam kemusryikan dan neraka lah tempat kembalinya
4. Tipe Keluarga Abu Lahab
Tipe keluarga ini bagaikan pepatah jawa “ tumbu oleh tutup”, artinya cocok dan pas. Sang Suami senantiasa Musryik dan bermaksiat kemudian ditambah oleh istrinya yang juga senantiasa mendukung suaminya. (Baca : Suami dipanggang dan istrinya yang membawa kayu bakarnya)

Nah, silahkan pilih sendiri tipe mu ^^

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

kalimat inspiratif  yang digunakan sebagian kita untuk menjaga semangat khususnya dalam misi-misi 'mission imposible'
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah..
Ya, Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah..
ketika azzam telah terbulatkan, tekad telah menjadi sandingan...
bertawakkal kepada Allah dan mengadu kepada-Nya dalam setiap sujud... sujud yang lebih lama dari biasanya, pinta yang lebih tulus...
Menengadahkan tangan dari hamba yang 'tak pantas', memohon kepada Sang Maha Pemberi dan hanya kepada-Nya lah bergantung
dan yang bisa kita lakukan adalah...
Mata yang lebih jauh menatap dari biasanya
Tangan menengadah yang lebih lama dari biasanya
Kaki yang lebih jauh melangkah dari biasanya
hati yang lebih teguh dari seklibat baja
Senantiasa memandang indah rencana-Nya

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Yaa Malik, Yaa Sami'
Yaa Rahim, Yaa Rahman
Yaa Jabar, Yaa Fattah
Yaa Bassit, Yaa Qaabiz
Yaa Karim, Yaa Wadud
Yaa Mujib, Yaa Waajid
Yaa Rashid, Yaa Haadi....
Yaa Allah...


Tentang Perjalanan Proposal #1

Sore itu (Selasa 20 Maret 2012)
handphone bergetar dan ada pesan masuk "Mas.. ada surat dari kecamatan sleman yang mau survey verifikasi proposal pemberdayaan masyarakat Pemuda muda mandiri, Bina Berdaya Mandiri dan Pemberdayaan Wanita Karya Ibunda hari kamis, pripun niki?"
Hmm.. berusaha menenangkan diri kemudian membalas sms"nggih, insyaAllah nanti kalau sudah pulang tak lihat dulu suratnya"
seketika saya berkoordinasi dengan "teman seperjuangan" yang senantiasa menemani langkah saya (he.. agak berlebihan) tapi saya senang sekali bisa mendapat 'partner' seperti dia, dengan jawabannya khasnya "ane manut antum, pokok e siap" dan benar, pejuang yang satu inilah yang selalu bersama - sama 'mengusahakan' proposal ini mulai dari bergerilya mencari informasi (sore, malam, siang) tak kenal waktu, pejuang yang satu ini 'selalu ada' bersama saya, bahkan sekedar untuk menemani minum jahe di angkringan yang biasa kami datangi (sampai cukup akrab dengan penjualnya) hmm.. mungkin inilah sisi positif potensi besar yang ada pada pejuang yang satu ini
Kekonyolan tapi berhikmah
ada cerita cukup 'konyol' ketika memang 1 malam harus menyelesaikan proposal.. "Ok, mengko tak kancani" saya mulai menulis-hapus ketikan proposal pada netbook kecil 'pinjaman', bbrp saat kemudian pintu rumah diketuk "Assalamu'alaykum..." saya buka pintu dan si 'pejuang' datang dengan bungkusan plastik hitam, saya tanya 'antum nggowo opo?' dia menjawab 'he.. sory telat, nengomah ono pengajian, tak gawakke roti +tongseng, antum durung makan to?' karena dia tahu, pulang kerja saya langsung 'ngampiri' dia dan datang ke rumah orang yang memberi informasi tentang proposal ini sampai sekitar waktu isya dan langsung sesampainya di rumah saya berada di depan 'ruang kerja' yang mempunyai lebar 10 inchi (baca : netbook pinjaman) belum sempat makan dan ngapa2in,he..
kemudian saya ambil piring dan makan, sementara si 'pejuang' ini tiduran 'sory ya aku rada kesel e' saya jawab ' Ok, ra po2, santae wae"
saya makan sembari diskusi merancang proposal itu, setelah selesai makan.. kembali saya langsung menuju 'ruang kerja'(baca : netbook pinjaman)
beberapa saat kemudian, kekonyolan mulai muncul, awalnya sambil tiduran dia masih menjawab pertanyaan saya, tp beberpa saat kemudian sinyal mulai hilang dan saya merasa "sepertinya kq saya bicara sendiri ya"
he.. ternyata saya tengok ke belakang si 'pejuang' sudah menjemput bidadari malamnya di alam mimpi (baca: tidur dengan tenang) :-)
Saya tersenyum melihatnya
hmm... baiklah  dia sudah memenuhi janjinya untuk menemani walaupun tidur, karena memang tadi akadnya di awal adalah "Ok mengko tak kancani" jadi saya tidak menuntutnya dan membangunkannya karena mungkin memang seharian dia sudah full activity sehingga tinggal cape'nya saja, biarlah dia tidur yang penting saya ada temannya
[sejenak berhenti dan mengais hikmah kehidupan : setiap orang memiliki peran & potensi masing - masing dalam kehidupan baik keluarga, masyarakat, organisasi  bahkan dakwah ini) si'pejuang' sudah memberikan apa yang dia bisa dan apa yang dia mampu, kita memang tidak bisa menuntut teman kita menjadi sedermawan Abu Bakar, atau Se Tegas Umar bin Khattab, Seteguh Bilal Bin Rabbah atau secerdas juru taktik Khalid bin walid mereka adalah tetap mereka, saya adalah tetap saya, alangkah tidak bijak menuntut mereka untuk menjadi seperti apa yang kita mau. Pesan seorang sahabat 'Engkau adalah pahlawan bagi dirimu sendiri dan pada masamu'
Hmm.. menemani walau tidur menurut saya memang konyol tapi berhikmah.
Terima kasih atas hikmah ini sang 'pejuang' unik
...bersambung Tentang Perjalanan Proposal #2

Menjemput keajaiban

Menjemput keajaiban,, 
2 kata yang begitu memberi misteri dengan arti yang belum pasti
Belajar dari kisah Siti Hajar yang berlari kian kemari mencari jejak air, mendaki bukit shafa - marwa demi menjawab tangisan sang putra tercinta...
Tanpa kenal lelah ia berlari... walau pun belum ada tanda jejak air yang ia temui, hmm.. dan mungkin beliau tidak tahu bahwa di sana tak akan bisa ia temukan sepercik air pun
Namun, apa yang dilakukannya?
sembari meyakinkan diri "Jika Ini perintah Allah, maka Dia pasti tidak akan menyia-nyiakan kami"
Ia terus berlari dan tetap mencari jejak air itu...
Dan.. apa yang terjadi, tiba-tiba ia temui 'zam-zam... zam-zam" air yang mengalir keluar di tengah padang pasir, bukan dari 'hasil' berlariannya mendaki bukit shafa - marwa, melainkan dari kaki sang putra 'ismail' yang    'mengais-ngais' kan kakinya ke pasir..
Subhanallah... Bisa jadi keajaiban itu muncul 'bukan dari' ikhtiar-ikhtiar kita, melainkan dari berbagai jalan yang masih tertutup keterhijaban suci Nya....
kembali meyakini bahwa posisi kita berada pada bagian usaha, ikhtiar...
dan keajaiban itu... Allah lah pemiliknya 
Pesan yang disampaikan melalui inspirator abadi " bekerjalah kamu maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin...." 
sebuah pesan yang menginspirasi kita sebagai peneladannya

Sebuah kata-kata hikmah yang cukup dalam resapannya dalam buku "Jalan Cinta Para Pejuang" Salim A Fillah
Seringkali, yang paling mencintai kita
tak menjadi yang paling kita cintai
Dan mungkin pernah
yang paling kita cintai
membuat hati kita kita bagai dirajam duri


Tulisan Smile

10 oktober 2010

First you make habit and then the habit will make you..
Itu kalimat awal yag saya sampaikan kepada temen2 pada smile (SMA 1 Sleman) edisi pertama kemarin..
Materi yang bertemakan Akhlak saya mulai dengan pernyataan di atas.
Seperti apa itu mas?
feel -> think -> word -> action -> habit -> character
Bagaimana kamu mengenali karaktermu?
Tentu saja karakter yang akan kamu munculkan tentunya tidak jauh dari kebiasaan-kebiasaan yang kamu lakukan.
Yah, memang benar bahwa kebiasaan kebiasaan kita sehari-harilah yang akan membentuk karakter kita.Kmudian dari mana kebiasaan itu muncul? kebiasaan itu muncul dari tindakan (action) kita sehari-hari yang kemudian diulang-ulang (the power of repeating), Sekarang mulailah saatnya untuk menidentifikasi kebiasaan-kebiasaan kita, merupakan kebiasaan yang baik atau yang buruk, jika memang kebiasaam kita baik maka pertahankan, tapi jika kebiasaan kita buruk maka segera block -> delete.

Karena seperti yang saya sampaikan di awal tadi kebiasaan kitalah yang akan membentuk karakter kita menjadi seperti apa.Kebiasaan yang terdiri atas perbuatan (action) kita yang terulang-ulang.
Lalu apa yang mempengarui tindakan/perbuatan kita itu?
Perbuatan perbuatan kita dipengaruhi oleh ucapan/perrkataan kita, bagaimana sebuah perkataan itu akan mengilhami langkah2 kita, maka dari itu penting untuk kita dari sekarang meminimalisir penggunaan kata-kata negatif dalam kehidupan sehari-hari.
Belum berhenti di situi, kata-kata yang kita ucapkan ternyata juga ada yang mempengaruhi, apakah itu ?
Yah, itu adalah pikiran, bagaimana sesuatu yang kita katakan berasal dari dalam pikiran kit, jadi perkataan seseorang dapat mencerminkan apa yang ada di dalam pikirannya, atau seperti apa orang tersebut
Setelah dirunut ternyata seperti itu ya, cukup panjang prosesnya.. tapi perlu diingat ada satu lagi yang dapat mengendalikan pikiran kita ? Sesuatu yang lebih luar biasa dari pikiran ? Apa itu?
Dari buku Quantum Ikhlas, bahwa pikiran kita (pikiran sadar) ternyata dapat dikendalikan/dipengaruhi/dikontrol oleh sesuatu yang luar biasa yaitu pikiran bawah sadar (Qolbu), So, mulai dari sekarang mari mulai untuk sering berkomunikasi dengan hati karena hati menyimpan potensi yang luar biasa.
Berkaitan dengan akhlak, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh temen-temen ketika bahwa akhlak menurut persepsi mereka adalah perilaku, maka saya hubungkan darimana akhlak itu dimunculkan, karena tentu saja seorang yang ingin memiliki akhlak mulia tidak bisa dengan begitu saja, tapi membutuhkan kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupannya sehari-hari, Saya berpesan kepada temen-temen dengan sebuah lagu, "AWALI DENGAN BASMALLAH, AKHIRI DENGAN ALHAMDULILLAH" semoga dengan ini menjadi awal yang baik.

Wallahu 'alam bisshowab

Semoga bermanfaat

Hikmah bambu

sebatang pohon bambu merasa sakit hari dan perih tidak tertahankan, ketika ia harus ditebang dari tempatnya yang nyaman dan rimbun di tengah teman-temannya yang lain,,, ia harus meninggalkan semuanya....
tak cukup hanya itu, kemudian tubuhnya pun dipotong-potong dan dapat dibayangkan sakit yang ia rasakan,,,
darah dan air matanya mengalir menyatu bersama goresan-goresan sabetan golok dari tuannya.....
menangislah ia , melihat tubuhnya terpotong berkeping-keping...

Namun,, beberapa waktu kemudian ia baru sadar dan merasa sangat bahagia ketika ia melihat potongan-potongan tubuhnya digunakan sebagai obor sebagai penerang di saat senja, juga digunakan sebagai pia untuk irigasi dan mengaliri sawah warga kampung....

kini ia selalu tersenyum setiap hari karena pengorbanannya yang sangat menyakitkan itu dapat memberikan manfaat yang LUAR BIASA bagi orang lain...

mari kita nikati proses ini dan Insyaallah kita akan endapatkan balasan atas apa yang kita usahakan tanpa sedikitpun terbalik.. amiin


Biji Itu


Andai Biji itu,
hanya menumbuhkan akarnya, tanpa kehendak untuk tampil dengan batang yg kokoh menggapai lagit dengan ranting dan cabangnya serta berbuah manis setiap masa,
jadilah ia bangkai,
yang layaknya memang terkubur dalam-dalam
Ketika pun dunia dipenuhi maksud baik dan hati yang berbudi, maka yang membedakan mereka adalah aksi dan amal mereka, Bumi pun menanti makhluk yang diamanahi pemakmuran ini

Ketika orang -orang menertawakan colombus yang berhasil menemukan benua amerika dengan hanya mengarungi perjalanan ke barat, colombus hanya tersenyum..
kemudian berkata ' saudara sekalian, apakah ada di antara anda yang mampu menegakkan telur ini (sambil menunjukkan telur yang berbentuk lonjong)serentak orang-orang di sekitarnya menjawab,' itu hal yang tidak mungkin'
kemudian colombus pun mengambil telur itu dan diretakkannya bagian bawah (sehingga terdapat sisi yang datar), setelah itu ia letakkan telur itu sehingga dapat berdiri tegak
Kemudian orang - orang di sekitarnya berkata ' oo, kalau begitu caranya kami pun bisa...'colombus pun tersenyum lebih lebar mendengar perkataan mereka.....

[Catatan Dalam Dekapan Ukhuwah #1]