Kisah Inspiratif, Naik Haji Jalan Kaki 5700 Km dari Bosnia




Buku Senad Hadzic: Naik Haji Jalan Kaki 5700 Km dari Bosnia (foto pribadi)


Sungguh saya merasa sangat beruntung, saya menemukan buku ini ketika berkunjung ke toko buku Gramedia di Samarinda. Siang tadi saya memang memborong buku di Gramedia. Enam buah buku saya beli. Dan buku inilah yang paling inspiratif. Ingin sekali saya segera membagi keberuntungan ini dengan menuliskan resensinya di Kompasiana.


Ini adalah sebuah buku yang menceritakan tentang perjalanan spiritual, tentang perjalanan haji yang sangat menggugah. Pada tanggal 10 Desember 2011, Senad Hadzic, warga Bosnia memulai perjalanan untuk menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki dari kampung halamannya di Banovici, Bosnia. Senad akhirnya mencapai tujuan di Mekkah pada tanggal 31 Agustus 2012. Senad berjalan kaki rata-rata 30-70 km per hari melintasi tujuh negara yaitu Bosnia, Serbia, Bulgaria, Turki, Suriah, Yordania dan Arab Saudi. Kompasianer Ahmad Syaukani sendiri pernah menuliskan berita perjalanan Senad Hadzic pada artikel yang berjudul “Naik Haji Jalan Kaki ke Mekkah”.


Mujahidin Nur, sang penulis buku ini, sangat piawai menuliskan kisah-kisah yang terjadi selama perjalanan Senad. “Kekuatan penulis mengolah isi hati dan tekad Senad menuju Ka’bah sangat mempengaruhi saya sebagai pembaca. Di bab-bab awal saya ikut lebur dalam haru. Bab-bab tengah saya ikut terpesona akan keajaiban-keajaiban yang terjadi. Dan di bab-bab akhir, saya ikut geram dengan penderitaan Senad di perbatasan Arab Saudi. Namun saya bersyukur, kisah ini berakhir bahagia. Penulis buku ini berhasil membuat saya larut pada setiap sisi cerita. Subhanallah, ” demikian tutur Dian Onasis, seorang penulis cerita anak.


Memasuki Perbatasan Bosnia-Serbia


Saat yang paling menegangkan adalah ketika Senad memasuki perbatasan Bosnia-Serbia. Seperti kita ketahui, Bosnia dan Serbia pernah terlibat dalam perang antar etnis dan agama yang paling menyayat harkat kemanusiaan kita. Dari jauh, para penjaga perbatasan dapat melihat bayangan Senad dengan bendera Bosnia yang berkibar-kibar di punggungnya. Ketika Senah sudah benar-benar akan memasuki pos penjagaan, apa yang terjadi? Mereka (para penjaga) justru buru-buru mengucapkan salam kepada Senad, Assalamu-alaikum,” ucap mereka penuh hormat, walau mereka bukan muslim. “Wa’alaikum salam,” jawab Senad tak kalah hormatnya.






Senad dengan bendera Bosnia yang berkibar-kibar (arhiva.kib.ba)


Seseorang yang diyakini Senad sebagai kepala pos penjagaan perbatasa mendekati Senad, dan memberikan perintah kepada anak buahnya, “Jangan mempersulit administrasi orang Bosnia ini. Bagaimana pun dia bisa meninggal dalam perjalanan. Sejurus kemudian aparat-aparat bersenjata lengkap itu mempersilakan Senad untuk melanjutkan perjalanannya sambil tersenyum ramah. Senad pun membalas senyum mereka sambil tak lupa mengucapkan terima kasih atas kebaikan mereka.


Dimuliakan oleh Pemilik Restoran yang Beragama Kristen


Ketika memasuki kota wisata yang terletak di distrik Rasina, tepatnya di bawah pegunungan Kopaonik, Senad mendapat sambutan yang luar biasa dari Zoran, seorang pemilik restoran daging. Pelanggan restoran Zoran bukan hanya dari kalangan orang Kristen, melainkan banyak juga dari orang Islam. Mendengar restorannya akan dilintasi oleh Senad, ia memerintahkan pegawainya untuk membakar daging yang akan dihidangkan kepada Senad.


Ketika Senad melintasi restorannya, Zoran menyambut Senad bersama karyawan-karyawannya, “Assaamu’alaikum, Senad.” Senad berhenti tepat di hadapan Zoran dan menyalami Zoran sambil menjawab salamnya. Zoran kemudian mengajak Senad masuk ke restorannya, “Aku tahu engkau adalah pejalan kaki menuju Tuhan. Sungguh akan menjadi kehormatan bagiku apabila engkau mau beristrirahat dan memakan hidangan sederhanaku,” ungkap Zoran penuh harap.


Senad tersenyum dengan keramahan Zoran. “Baiklah, aku sangat berterima kasih atas kebaikan tuan Zoran. Semoga Tuhan membalas kebaikan tuan Zoran dengan sesuatu yang terbaik menurut-Nya.” Zoran begitu bahagia Senad mau singgah ke restorannya. Ia begitu tulus ingin menghormati Senad karena kekagumannya kepada laki-laki ini.






Di Bulgaria, Senad berjalan kaki dalam kesendirian (themuslimtimes.org)


Sambutan Paling Hangat dari Turki


Sesampai di perbatasan Turki, sesudah melewati bagian pengecekan administrasi negara itu, Senad bersujud, mensyukuri segala karunia Allah yang diberikan kepadanya. Sesudah melewati perbatasan, antrian masyarakat Turki, terutama yang tinggal di perbatasan, panjang membentang menyambut kedatangan Senad. Pemberitaan mengenai Senad selama melakukan perjalanan di Bulgaria, membuat mereka khawatir akan kesehatan dan keselamatan Senad. Mereka khawatir badai salju membuat Senad mati membeku.


Senad sangat terkesan dengan penyambutan itu. Ia seakan berada di kampungnya sendiri, di mana semua warga begitu hangat menyambutnya dengan takbir, tasbih dan kumandang, “Kami mencitaimu Senad, kami mencintai Bosnia,” ucap mereka penuh kebahagiaan. Senad menyalami mereka satu per satu. Segala rasa letih selama perjalanan di Bulgaria seakan sirna dengan kehangatan sambutan masyarakat Turki. Semua hari berat yang dilaluinya menjadi menarik untuk dijalani. Selanjutnya penyambutan demi penyambutan silih berganti untuk memuliakan pejalan kaki tamu Allah ini.


Memasuki Suriah yang Tercabik


Ketika akan melintasi jembatan Bosphorus, Senad sempat terhalang oleh peraturan bahwa semua yang akan melalui jembatan yang menghubungkan antara Eropa dan Asia ini tidak boleh dilakukan dengan berjalan kaki. Terjadilah negosiasi antara Senad dengan petugas jembatan, agar Senad bisa melalui jembatan dengan berjalan kaki. Karena negosiasi buntu, maka Senad memutuskan untuk berkemah tidak jauh dari lokasi jembatan, untuk mengurus ijin agar bisa melewati jembatan itu dengan berjalan kaki.


Setelah berminggu-minggu menunggu, akhirnya ada titik terang. Petugas jembatan Bosphorus melunak setelah setiap hari Senad memita mereka untuk mengijinkan dirinya melewati jembatan ini dengan berjalan kaki. Senad melakukan sujud syukur kepada Allah dan memeluk para petugas jembatan untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju perbatasan Turki-Suriah.






Senad bersujud syukur (www.trtbosanski.com)


Ketika memasuki perbatasan Turki-Suriah, Senad disambut dengan hangat oleh para petugas emigrasi Suriah. Namun sambutan itu tidak berarti Senad mendapatkan kemudahan dalam pengurusan visa di sini. “Urungkanlah niatmu wahai saudaraku. Seandainya tidak sedang dalam keadaan perang, kami sungguh sangat bahagia menerimamu sebagai tamu di negara kami,” ucap seorang perwira penjaga perbatasan kepada Senad. Setelah bernegosiasi selama 7 jam, akhirnya Senad diperbolehkan melewati Suriah. Senad bersujud syukur atas hal ini dan menyalami semua petugas perbatasan tersebut. Kemudian salah seorang perwira senior mendekati Senad dan memeluknya, “Wahai orang Bosnia, berdoalah kepada Allah untukku di Arafah nanti. Di sana Allah akan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan kepada-Nya.”


Dan alhamdulillah, memasuki Suriah yang sedang bergejolak oleh perang saudara, Senad dapat melaluinya dengan selamat. “Tidak ada yang menembak saya. Saya dihentikan oleh orang bersenjata memeriksa pasport saya. Tetapi ketika saya mengatakan saya dalam perjalanan menuju Allah, baik pemberontak mau pun tentara Presiden Assad membiarkan saya pergi.”


Arab Saudi, Cobaan Terberat Perjalanan Senad


Sungguh terasa aneh, bahwa cobaan terberat yang dihadapi Senad adalah ketika berada di Arab Saudi. Cobaan itu adalah tentang sedemikian lamanya proses untuk mendapatkan visa untuk memasuki negara itu. Sebenarnya Senad sudah mendapatkan sambutan yang hangat di perbatasan Arab Saudi. “Mabruk Ya Senad, congratulation,” ujar Fahd el Zeid, menyambut Senad dengan sambutan yang hangat dan penuh kekeluargaan.


“Tidak ada dalam sejarah, orang yang mampu berjalan kaki sekian lama untuk menunaikan ibadah haji. Saya akan langsung menge-fax dokumen-dokumen anda ke Riyadh, tuan Senad. Menurut informasi, Pangeran Riyadh mengatakan bahwa visa sudah akan disetujui dengan segala cara oleh Arab Saudi. Datanglah tiga hari lagi ke sini untuk mengambil visa anda tuan Senad.”


Tapi yang terjadi kemudian, Senad harus menunggu hampir tiga bulan untuk mendapatkan visanya. Entah apa yang terjadi, yang juga ironis, sambutan masyarakat Arab Saudi juga tidak sehangat sambutan masyarakat Turki. Kedubes Bosnia di Arab Saudi pun seperti tidak ada perhatian terhadap kesulitan Senad ini. Di saat penantian yang panjang, sesekali kemudian terbayang kembali wajah anak dan istrinya di kampung halamannya. Ia juga sempat menderita sakit hingga pingsan selama penantian itu. Namun ia bertekad, tidak akan menyerah, walaupun harus mati di perbatasan Arab Saudi.


Hingga akhirnya ia menerima panggilan telpon dari Kedubes Arab Saudi, “Hallo, assalamu’alaium,” ucap Senad dengan suara lemah. Dari seberang terdengar Fahd el Zeid berbicara menyampaikan informasi terkini terkait masalah visa Senad. Atas nama kerajaan Arab Saudi ia minta maaf atas keterlambatan merespon aplikasi vsa Senad. Dan yang paling membahagiakan Senad adalah Fahd menyampaikan bahwa visa Senad sudah keluar dan Senad diperbolehkan untuk memasuki Arab Saudi.


Mendengar kabar gembira ini, semua kesedihan, rasa letih, lelah dan berbagai penderitaan selama ia berada di perbatasan seakan sirna sudah. Semuanya hilang berganti dengan kebahagiaan. Lama sekali ia bersujud dengan tangis yang mengundang rasa bahagia seluruh makhluk Allah di langit dan di bumi. Usai menumpahkan kebahagiaannya di hadapan Allah, ia buru-buru menelpon Aqueena, istrinya. Aqueen pun terpekik kegirangan menerima telepon dari suami tercintanya. Aqueena serasa diliputi kebahagiaan dari ujung rambut sampai ujung kakinya.


Usai menelpon istrinya, dengan langkah terhuyung-huyung karena badannya masih lemah, Senad keluar dari tendanya dan mendatangi orang-orang miskin yang ada di sekitar gurun pasir tak jauh dari tempat ia tidur. Dirogohnya uang ppecahan dolar di kantongnya yang semuanya berjumlah 20 dolar, dan dibagikan semuanya kepada orang-orang miskin itu tanpa ada sisa satu sen pun untuk dirinya. Ia begitu bahagia. Bahagia dengan karunia Allah kepada dirinya.


Komentar dan Testimoni atas Buku Ini


Ada banyak komentar dan testimoni atas buku ini, yang menyatakan salut untuk Senad Hadzic dan pujian untuk buku yang inspiratif ini. Saya akan mengutip dua testimoni yang paling inspiratif bagi saya:


“Entah saya tenggelam dengan kekhusyukan Senad. Menggigil saat membayangkan Senad kedinginan dan merasakan perih di dada saat membaca puncak penderitaan Senad di perbatasan Arab Saudi. Saya membacanya berulang-ulang dan merasakan semuanya berulang-ulang juga. Sebagai seorang wanita, membaca kesalehan Senad sampai kuberkhayal, andai aku jadi Aqueenamu, Senad.” - Fatimah Rina Nuraini, seorang pembimbing haji dan umroh.


“Uwais al Qarni adalah laki-laki shaleh pada jaman tabi’in yang berjalan kaki menggendong ibunya dari Yaman menuju Mekkah. Waktu membaca kisahnya, saya kagum luar biasa. Namun kekaguman saya pada Senad Hadzic berbeda. Uwais al Qarni hidup pada masa tidak ada pesawat, mobil atau pun kapal laut. Tapi Senad hidup di dunia modern yang semuanya ada. Dan ia sanggup berjalan kaki untuk menunaikan ibadah haji. Subhanallah.” - dr. Suci Saptyuni, dokter RSUD di Cirebon.


————————————————————————-


Judul Buku : Naik Haji Jalan Kaki 5700 Km dari Bosnia


Penulis : Mujahidin Nur


Penerbit : Zahira, Cetakan I, September 2013


Tebal Buku : 186 halaman










Sumber:http://media.kompasiana.com/buku/2013/12/02/kisah-inspiratif-naik-haji-jalan-kaki-5700-km-dari-bosnia-615775.html

Haji dan Umroh itu ternyata Gratissss...

kata 'ustadz' saya 'umroh dan haji tiketnya sudah disediakan Allah, sudah ditanggung semua oleh-Nya, itu buat smua org, tinggal siapa yg mau manyambutnya
lho kok bisa tadz, yg mau berangkat kan harus bayar uang tu buat beli tiket dll, lumayan besar biayanya 






berikut petikan diskusi saya, Hehe...
Ustadz : Umroh dan Haji dalam 1 sisi bisa sama sekali tidak ada sambung kaitnya dengan uang yg kita punya lho...
Saya:lho kok bisa tadz, yg mau berangkat kan harus bayar uang tu buat beli tiket dll, lumayan besar biayanya 
Ustadz: sekarang saya tanya begini: biaya umroh antum skrg brp?
Saya : 21 jt tadz
Ustadz: Ok, skrg pertanyaan saya, banyak ga org di sini yg punya uang 21 jt atau lebih?
Saya: banyak lah tadz
Ustadz: skrg saya tanya lagi, banyak ga org yang punya uang segitu bahkan lebih yg blum brgkat haji/umroh?
Saya: banyak juga sih tadz...
Ustadz: sekarang saya tanya lagi, ada ga orang yg ga punya uang sejumlah 21 jt
Saya: hehe... ada juga tadz, malah banyak...
Ustadz: skrg saya tanya, ada ga orang yg ga punya uang 21 jt tapi bisa berangkat umroh
Saya: Hm... ada sih tadz, banyak cerita yg pernah saya denger bahkan mreka buat hidup saja susah tapi bisa berangkat ke sana
Ustadz: Jadi...?
Umroh dan haji Allah yang punya tiketnya, yg antum dan orang2 bayarkan untuk beli tiket pesawat, biro umroh, dll itu tiket dari Allah, semua sudah ditanggung Allah, ga ada hubungannya dengan berapa gaji penghasilan antum sekarang atau besok dengan bisa berangkat umroh/haji atau ngga...
memang bisa jadi ga ada sangkut pautnya dgn sedikit banyaknya uang kita


Serial Bisnis#3 TERNYATA KAYA DAN MISKIN ITU...

Suatu kisah lagi, ini bukan dari kalangan pengusaha. Teman sahabat saya, seorang profesional lulusan luar negeri yang cemerlang. Di puncak karirnya, posisi direktur sebuah perusahaan besar terkenal memberikan penghasilan tidak kurang dari seratus juta rupiah sebulan. Lazimnya direktur, dia mempunyai fasilitas mobil dinas dari perusahaan. Namun, dengan penghasilannya yang cukup besar, ia merasa perlu membeli mobil mewah juga. Toh uangnya ada dan cukup. Dia merasa LEBIH PERCAYA DIRI setelah membeli dua mobil mewah mengisi gaasinya. Rumah besar di kawasan elit itu terasa lengkap
SAYANGNYA.... sebuah pertemuan yang tidak disengaja, membuat saya terhenyak. Awal tahu yang lalu, didapati dia sedang berjalan kaki dan mondar mandir menunggu taksi. Gaya menterengya sudah luntur sama sekali. Pemandangannya kini sudah pilu. Pasalnya, saya juga kenal banyak anak buahnya dan mereka hidup nyaman. Padahal ketika masih bekerja di perusahaan otomotif itu, penghasilan mereka lebih kecil dibandingkan sang direktur. Lagi-lagi GAYA HIDUP/ LIFE STYLE yang jadi biang keroknya
Mentalitas middle class
Golongan kedua ini adalah orang dengan mentalitas middle class atau kelas gaya menengah. Mereka berpenghasilan tinggi dan terlihat kaya. Saya ulangi lagi terlihat kaya . Orang-orang dari kelas ini cenderung fokus untuk terlihat kaya. Buka menjadi kaya yang sesungguhnya. Artinya, mereka tidak tahu, perbedaan antara kaya dan terlihat kaya. Sukses dengan terlihat sukses.
Semua aset dan energi mereka curahkan untuk mempermak penampilan agar dipandang "wah" oleh orang lain. Adapun saat yang sama, mereka lupa membangun kesuksesan yang sesungguhnya.
"Ekonomo adalah darah penghidupan. Orang yang belum merdeka dalam ekonomi, kemungkinan besar belum merdeka dalam kehidupan. Temukan rahasia bagaimana membangun bisnis dengan pintar, kapan menggunakan utang, utang seperti apa yang harus dihindari dan bagaimana mengusai strategi jitu untuk keluar dari lilitan utang, dan hidup benar-benar kaya!!"
Coba anda perhatikan. Ketika melihat teman SMA setelah belasan tahun berpisah. Dia sedang ngopi di cafe mahal. Di dekat cangkir kopinya tergeletak smartphone terbaru dan kunci mobil mewah. Apa yang pertama kali anda pikirkan? Kemungkinan besar anda akan menduga bahwa dia sudah menjadi orang sukses. Apalagi jika anda mengingatnya sebagai murid pandai di kelas atau anak orang kaya. Semoga dugaan anda benar. Jika ternyata tidak, teman anda itu mungkin ada di golongan middle class.
Yang menjadi fokus orang-orang di kelas menengah ini adalah life style.Yang mereka perjuangkan adalah gaya hidup. Bahkan, gaya hidupnya adalah cara hidupnya, ideologinya yang selalu membuatnya risau adalah penilaian orang lain. Apapun akan dilakukannya untuk terlihat sukses di mata orang lain. AKibatnya, dia akan menghabiskan sebagian besar penghasilannya bahkan berhutang demi membiayai gaya hidupnya.
Sebagian dari mereka adalah orang yang pernah memiliki penghasilan tinggi atau punya uang banyak. Ketika kemampuannya mengelola uang tidak bisa jadi sandaran, sebanyak apapun uangnya, dia akan menuju kemiskinan. Masalahnya, mereka terlanjur yakin bahwa gaya hidup mahal adalah andalannya untuk tampil percaya diri. Dia harus berjuang untuk mempertahankannya. Akhirnya, biaya hidupnya yang mahal mengalahkan segala prioritas, termasuk menabung dan berinvestasi.
IRONISNYA... orang-orang middle class juga menjadikan investasi sebagai gaya hidup. Dia sangat ingin disebut orang kaya dan punya banyak investasi. Dengan tujuan itu, dia serahkan uangnya untuk dikelola orang lain dengan harapan memperoleh keuntungan berlipat. Kenyataannya, orang-orang middle class ini banyak kehilangan uang saat investasi ataupun saat mengelola bisnis sendiri. Dia tidak pernah peduli pada investasi yang dipilihnya ataupun bisnis yang dijalankannya. Dia pikir, uangnya akan bekerja sendiri dalam investasi atau bisnis seringkali ia preteli untuk membayar gaya hidup mewahnya tadi.
Para pengusaha cenderung tidak terganggu dengan gaya hidup. Mereka peduli dengan uangnya dan berusaha memanfaatkan nya secara bijak
Sesekali saya mengamati, banyak rekan pengusaha yang memilih fasilitas penerbangan tiket kelas ekonomi atau bisnis. Di saat yang sama ada beberapa orang yang selalu memilih kelas bisnis atau firts class. Siapakah mereka?? Mereka adalah para eksekutif yang bekerja di perusahaan-perusahaan besar. Artinya, para pengusaha cenderung tidak terganggu dengan gaya hidup. Mereka peduli dengan uangnya dan berusaha memanfaatkannya dengan bijak. Sebaliknya, kalangan menengah sangat risau jika merasa gaya hiduonya turun. It's all about life style !!!
Middle Class membelanjakan uangnya untuk menciptakan kewajiban baru, yakni utang baru. Middle Class sangat suka terlihat kaya. Padahal, ongkos untuk terlihat kaya itu jauh lebih mahal daripada menjadi kaya.
Bagaimana akhir kisah seorang middle class? dengan penghasilan yang tidak pernah cukup sebesar apapun uang yang didapatkannya-mereka tidak punya anggaran untuk investasi atau membangun bisnis yang sehat. Semua habis demi kendaraan mewah, hobi mahal, gadget canggih dan panampilan mentereng, Walaupun tahu bahwa mereka hanya mengulur waktu, tapi menghentikan gaya hidupnya bukan hal yang mudah. Cepat atau lambat, secara teknis orang-orang ini akan berakhir bangkrut dan hidup dalam kemiskinan. Sedih sekali. Mereka menghadang sgala resiko demi terlihat kaya, tetapi berakhir menjadi orang  miskin yang sesungguhnya.

Penyunting

Serial Bisnis#2 Ternyata Kaya dan Miskin Itu...


Karyawan2 di kampung saya, mempunyai penghasilan sekitar 1,3 jt/bulan. Dengan jumlah itu mereka bisa memnuhi kebutuhan keluarga. Ketika pemerintah berjanji hendak menaikkan gaji karyawan hingga 2 jt/bulan, banyak yg berfikir bakal bisa menabung, setidaknya 300rb/bulan. Faktanya begitu gaji betul-betul naik, ternyata menabung tetaplah barang langka. Gaji mereka naik nyaris 100%, tapi para karyawan tetap kurang dengan penghasilannya.

MENTALITAS MISKIN
Golongan pertama adalah orang dengan mentalitas miskin. Begitu memperoleh penghasilan, proritas pertama dan utamanya adalah segera menghabiskannya !! dan ajaibnya, dia bahkan lihai menghabiskn penghasilan yang belum ada di tangan. ORang bermentalmiskin selalu ingin merasakan pengalaman memiliki sesuatu. Dalam kurun waktu lama, dia harus membatin harap, andai aku bisa beli itu...
Begitu ada uang lebih, mereka bergegas memuaskan keinginannya itu. ORang dengan mentalitas miskin tidak pernah peduli dengan jumlah yang harus dibayar. Dia hanya menghitung, apakah penghasilannya cukup untuk membayar cicilan atau tidak. Di jawa timur saya menemukan bank Thithil, di jawa barat istilah bank thengel atau bank plecit. Nasabah setia mereka adalah orang orang miskin dengan mentalitas miskin.
Perhitungannya sebagai berikut:
Dari utang yang diajukan 100 ribu rupiah "nasabah" menerima tunai 90 ribu rupiah, biaya administrasi 10 ribu langsung dipotong oleh "bank". Cicilan yang harus mereka bayar adalah empat ribu rupiah selama 30 hari. Berapa totalnya? peminjam harus membayar 120 rbu dari utang sebenarnya hanya 90 rbu rupiah. Anda bisa hitung berapa bunganya? 30 % !! tinggi sekali !!!
IRONISnya, orang kaya tidak akan mau membayar bunga sebesar itu, tapi orang miskin mampu !,Tidak ada tanda bahwa "bank-bank" yang dengan terang-terangan dengan sistem ribawi tersebut akan hilang dari masyarakat. Kehadiran mereka selalu dinantikan, walau disertai dengan rangkaian keluhan. Hubungan riba dengan pemakainya persis dengan hubungan narkoba dengan pecandunya. Dibenci tapi selalu dicari.
ADa tukang tambal ban. Setiap hari dia harus membayar sekitar 25 rb rupiah kepada rentenir yang berkedok bank ini. Setiap hari di sepanjang hidupnya hanya hari minggu dia bisa bebas sesaat dari cicilannya. Utang apakah itu? ternyata , ketika hendak menikahkan anaknya, dia memutuskan untuk membuat syukuran kecil-kecilan yang akhirya berkembang menjadi rencana pesta. Dengan harapan memperoleh uang dari hadiah pernikahan, dia nekat mengajukan utang ke bank rentenir sebesar 10 juta rupiah. Perjanjian ditandatangani, dia menerima saja ketentua cicilan 25 rb per hari sekian ratus kali. Entah karena menganggap jumlah itu kecil atau tidak punya pilihan lain, dia menyetujuinya.
Hanya beberapa hari setelah pesta yang meriah itu, setoran tiap hari mulai berjalan. Dia harus menyerahkan sebagian besar penghasilannya yang hanya 30-40 ribu/per hari . Sampai kapan? Dia sendiri tidak tahu. Seluruh hidupnya telah dia gadaikan demi gengsinya, menggelar pesta pernikahan. Bukan hanya itu dia bahkan melukai ikatan suci pernikahan anaknya dengan riba yang nyata nyata diharamkan agama
Running into debt isn't bad, It's running into creditors that hurt
Lantas apakah orang miskin saja yang mempunyai mental miskin? Ternyata tidak!! Banyak orang yang berpenghasilan besar menjad miskin karena memiliki mentalitas miskin. MEreka jatuh miskin karena tidak mau berhitung dengan biaya yang harus ditanggung untuk setiap keputusannya. Meraka berani bermain di wilayah berbahaya dan akhirnya menggadaikan hidupnya kepada riba.
SPENDING/BELANJA KONSUMTIF adalah fokus utama orang bermental miskin (apakah di sekililing kita banyak??). Dia selalu ingin membeli sesuatu, atau melakukan sesuatu. Syangnya, dia melakukannya tanpa pernah menghitung apakah ia mempunyai uangnya atau tidak. Toh setiap kali saya kekurangan uang, saya asih bisa ngutang. begitu pola pikirnya. Kalaupun hidupnya dan hidup keluarganya harus digadaikan demi keputusannya, itu urusan belakangan. Dia bukan tidak tahu, Sepanjang sejarah teralu banyak contohkasat mata yang berlalu di hadapannya. Banyak orang yang dikenalnnya terjerat riba dan sengsara. Namu, dia terlalu yakin bahwa kekonyolan itu tidak akan pernah menimpanya.Orang dengan mentalitas miskin tidak pernah terlepas dari hutang. bahkan utangnya yang satu selesai, dia selalu berhasrat untuk berhutang lagi. Utang itu sama sekali bukan untuk investasi, tapi untuk membiayai hidupnya. Orang dengan mentalitas ini tidak akan pernah menjadi orang kaya dan akan tetap miskin sampai akhir hayatnya. Keadaannya tidak akan berubah walau seabanyak apapun uang di tangannya. Misalnya suatu waktu ia memperoleh warisan atau menang lotere. Rekeningnya mendadak gemuk dengan rupiah. Anda tebak, apa yang pertama kali ia lakukan? Belanja Konsumtif !!!
Dalam satu atau dua tahun dia akan kembali pada kehidupannya semula, tetap miskin. Bahkan lebih miskin. Intinya berapapun uang yang ada di tangannya, yang dia lakukan hanyalah menghabiskannya. Rencana masa depan tidak pernah ada dalam kamus hidupnya, yang dia tahu hasil hari ini dihabiskan hari ini

”AllaaHumma inni a’uudzubika minal Hammi wal hazani Wa a’uudzubika minal ’ajzi wal kasali Wa a’uudzubika minal jubni wal bukhli Wa a’uudzubika minal ghalabatid dayni wa qaHrir rijaal 
[Ya Allah sesungguhnya aku berlindung diri kepada Engkau dari kesusahan dan kedukaan, dari lemah kemauan dan rasa malas, dari sifat pengecut dan bakhil, dari banyak hutang dan kezaliman manusia].”

#Serial Bisnis_MEMULAI BISNIS DENGAN MODAL 0

Berbicara tentang memulai bisnis, banyak orang langsung terhenti langkahnya karena merasa tidak memiliki modal untuk memulainya. "Saya sebenarnya ingin menjadi pebisnis, tapi saya tidak punya modal uang". Begitulah kira-kira komentar dari rata-rata para pemula yang saya jumpai, dan modal yang dibicarakan di sini maksudnya adalah uang cash yang dimiliki untuk memulai bisnisnya
Dalam konteks yang lain, sebuah angka statistik membuktikan bahwa 50% bisnis tutup sebelum ulang tahunnya yang kedua, 80% tutup sebelum ulang tahunnya yang kelima. Dan yang sangat menarik untuk dicermati, ternyata salah satu sebab mengapa mereka gulung tikar dalam usia yang sangat muda adalah "Easy money", uang dan kredit yang terlalu mudah didapat. Kok bisa begitu?
Ternyata easy money membuat pebisnis menjadi 'bodoh' Dengan uang dan kredit yang mudah didapat mereka memiliki kesempatam yang sangat luas untuk menutupi kesalahan-kesalahan dalam berbisnis, contohnya ketika sales tidak mencapai target, ketika piutang tidak tertagih, ketika team tidak dapat menyelesaikan tugas tepat waktu, ketika pendapatan tidak dapat menutupi biaya yang harus dikeluarkan, maka dengan easy money dan easy credit anda akan terasa baik-baik saja. Ini karena selalu dapat menutupi kekurangan cash flow tanpa melakukan perbaikan kinerja penjualan, sehingga rendahnya sales tidak mempengaruhi psikologi pengusaha dan team anda seolah-olah mendapat pesan "Mencapai target penjualan tidak penting"
Banyak pengusaha pindah berlari dari satu masalah ke masalah yang lain yang lebih dalam karena selalu menutupi kesalahannyadalam berbisnis tidak dengan cara melakukan perbaikan fundamental dalam melakukan bisnis. Keika bisnis mengalami kesulitan keuangan yang disebabkan oleh kinerja yang payah yang mereka lakukan adalah hanya dengan melakukan restrukturisasi keuangan, dengan memberikan talangan uang cash baik diambil dari kocek pribadinya maupun dari cara menghutang, bahkan banyak di antara yang saya jumpai mereka menutup masalah keuangan dengan cara memakai uang rentenir yang berbunga tinggi.
Mereka memimpin dengan uangnya, sampai satu titik bisnis mereka benar-benar berhenti karena beban keuangan yang sudah sangat dalam, sedangkan bisnisnya tidak pernah membaik seperti yang dibayangkan.

"Pengusaha Sukses Memimpin Perusahaan bukan dengan Uangnya tepai dengan Waktunya!"

Sebuah kontradiksi, para pemula menganggap bahwa uang adalah kunci sukses bisnis, kenyataannya uang justru bisa menjadi pembunuh bisnis, karena uang yang mudah membuat pengusaha bodoh.
Kalau kita lihat kisah sukses para pebisnis, sebagian besar diantara mereka justru memulai bisnis dengan serba kekurangan modal, inilah yang memaksa mereka selalu berfikir kreatif (bagaimana tidak, jika mereka biasa-bisasa saja mereka segera akan 'tergilas'), sehingga tidak ada pilihan kecuali harus meningkatkan kinerja perusahaan untuk bertahan hidup dan berkembang.
Mereka memulai usaha dengan modal seadanya, mengumpulkan uang lewat bisnis kecil dan melangkah ke bisnis selanjutnya yang lebih besar meminimalisir uang cash yang diperlukan ketika memulai bisnis. Banyak buku-buku yang memberikan inspirasi bagaimana anda memulai bisnis dengan modal yang terbatas (mereka menyebutnya modal 0 atau modal dengkul), saya juga baru sadar bahwa saya mengawali usaha dengan cara yang termasuk dalam buku "10 pengusaha yang sukses membangun bisnis dari 0 terbita gramedia.

Penyunting

Spesial untuk para pebisnis-pebisnis muda yang sedang merenda jaring-jaring impiannya, just do it biarlah Allah yang tersenyum melihat kesungguhanmu 
terus berproses sampai titik tertinggi dan saling menginspirasi :)

Wahai Tentara Allah bertahanlah...

menapaki langkah langkah berduri
menyusuri rawa lembah dan hutan
berjalan di antara tebing curam
semua dilalui demi perjuangan






letih tubuh di dalam perjalanan
saat hujan dan badai merasuki badan
namun jiwa harus terus bertahan
karena perjalanan masih panjang


kami adalah tentara Alloh




siap melangkah menuju ke medan juang



walau tertatih kaki ini berjalan
jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan



wahai tentara Alloh bertahanlah
jangan menangis walau jasadmu terluka




sebelum engkau bergelar SYUHADA
tetaplah bertahan dan bersiap siagalah












#SaveEgypt

MARS BKPRMI

Pemuda remaja marilah bergabung
didalam BKPRMI kita berhimpun
kembali ke masjid mari membangun
masyarakat marhamah tujuan kita semua

Reff...
Jadilah muwahid pemersatu ummat
Jadilah mujahid pembela kebenaran
musyaddid muaddib, pelurus dan pendidik
sebagai mujaddid pemelihara iman.

MP3 silahkan unduh di sini