IKADI (Ikatan Da'i Indonesia) Kecamatan Sleman

Problematika dakwah dan keumatan yang semakin hari semakin kompleks membutuhkan respon serius dari semua pihak terutama mereka yang berdiri di garis depan dalam melakukan advokasi terhadap umat yakni para da’i. Problema dakwah yang disertai dengan perkembangannya yang pesat tentu saja membutuhkan sebuah wadah yang memberikan arahan pada umat melalui pembentukan wadah da’i yang professional, bermoral, misionir, dan visionir dalam merancang dan merekayasa langkah-langkah, rencana, dan aksi-aksi dakwah di masa depan. Wadah tersebut hendaknya bertujuan untuk memberdayakan dakwah dan da’i dalam usaha merekonstruksi dan mereformasi pandangan umat terhadap tugas-tugasnya sebagai pemikul panji moralitas yang berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Baik moralitas sosial-politik, budaya maupun peradaban. Dengan demikian diharapkan lahir Islam yang memberikan makna rahmatan lil ‘alamin dalam dunia nyata, memberikan pembelaan terhadap nilai-nilai kebenaran, dan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap nilai-nilai Islam yang universal. 

Kompleksitas dakwah dalam menghadapi gelombang dan tantangan globalisasi memerlukan langkah-langkah yang progresif, proaktif, intensif, terencana, sistematis, dan seimbang. Semua langkah ini diharapkan melahirkan pandangan baru umat yang melihat Islam sebagai pemberi solusi bagi semua persoalan umat dan kemanusiaan. Rancang bangun wadah dakwah ini bertujuan untuk memberikan pencerahan secara masif pada kaum muslimin agar mereka tidak terjerat dalam penyesatan-penyesatan yang menggelincirkan mereka dari jalan yang benar. 

Obsesi untuk memberikan kontribusi positif dan memberdayakan potensi umat inilah yang mendorong kami para aktivis dakwah mendirikan wadah para da’i yang kemudian kami namakan Ikatan Da’i Indonesia (IKADI). 
Suasana Sahur Bersama
Ikatan Da'I Indonesia (IKADI) Kecamatan Sleman menyelenggarakan kegiatan I’tikaf selama 10 hari terakhir di bulan ramadhan 1433 H bertempat di Masjid Agung Sleman (Masjid Wahidin Soediro Husodo). Program I’tikaf ini alhamdulillah terselenggara dan berjalan dengan lancar, peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan warga sleman yang berasal dari 5 wilayah di kecamatan sleman (Trimulyo, Tridadi, Triharjo, Pandowoharjo dan Caturharjo). Berikut ini contoh proposal I’tikaf IKADI Kecamatan Sleman di bulan Ramadhan 1433 H semoga bisa menjadi referensi bagi saudaraku yang ingin menyelenggarakan hal yang sama 

Proposal download di sini


Salam SUKSES BERMANFAAT !!!

Perang Yarmuk – Takluknya Kerajaan Romawi dibawah Pasukan Islam

Dalam sejarah perjuangan kaum muslimin menegakkan dan membela al haq (kebenaran), berjihad di jalan Allah, kita akan dapat menemukan kisah teladan mengenai itsar, sejarah yang begitu indah untuk dipelajari, merupakan suatu kenikmatan tersendiri jika diamalkan. Ketika terjadi perang Yarmuk, perang yang terjadi antara kaum muslimin melawan pasukan Romawi (Bizantium), negara super power saat itu, tahun 13 H/ 634 M. Pasukan Romawi dengan peralatan perang yang lengkap dan memiliki tentara yang sangat banyak jumlahnya dibandingkan pasukan kaum muslimin. Pasukan Romawi berjumlah sekitar 240.000 orang dan pasukan kaum muslimin berjumlah 45.000 orang menurut sumber islam atau 100.000–400.000 untuk pasukan romawi dan 24.000-40.000 pasukan muslim menurut sumber wikipedia Dalam perang Yarmuk, pasukan Romawi memiliki tentara yang banyak, pengalaman perang yang mumpuni, peralatan perang yang lengkap, logistik lebih dari cukup, dapat dikalahkan oleh pasukan kaum muslimin, dengan izin Allah.

Ini adalah bukti yang nyata bahwa sesungguhnya kemenangan itu bersumber dari Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pertempuran ini, oleh beberapa sejarawan, dipertimbangkan sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia, karena dia menandakan gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar Arab, dan cepat masuknya Islam ke Palestina, Suriah, dan Mesopotamia yang rakyatnya menganut agama Kristen.


Pengangkatan Khalid bin Walid

Entah apa yang ada di benak Khalid bin Walid ketika Abu Bakar menunjuknya menjadi panglima pasukan sebanyak 46.000. Hanya ia dan Allah saja yang tahu kiranya. Khalid tak hentinya beristigfar. Ia sama sekali tidak gentar dengan peperangan yang akan ia hadapi. 240.000 tentara Bizantin. Ia hanya khawatir tidak bisa mengendalikan hatinya karena pengangkatan itu. Kaum muslimin tengah bersiap menyongsong Perang Yarmuk sebagai penegakan izzah Islam berikutnya.

Upgrading

UPGRADING, merupakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas para pengurus baru dalam memahami perannya sebagai bagian dari salah satu organisasi kemanusiaan seutuhnya yang memiliki dinamika, secara normatif Upgrading dilaksanakan untuk meningkatkan ukhuwah antar pengurus baru maupun pengurus yang lama, sehingga tidak ada ‘gap’ antar yang baru dan yang lama. Hal ini tentunya agar kita dapat lebih nyaman dalam menjalankan amanah di kemudian hari yang barang tentu banyak tantangan. Ada kalimat “tak kenal maka ta’aruf”.

Sesuai dengan tingkatan ukhuwah  :
1. Ta’aruf (Saling Mengenal) 
Tingkatan dasar dalam ukhuwah, yaitu perkenalan yang menjadi awal dari sebuah pertemuan. tak kenal maka ta'aruf, itulah petikan yang sering diplesetkan. Namun, benar sekali karena ta'aruf adalah solusi awal untuk sebuah pertemuan.
2. Tafahum (Saling Faham) 
Tingkatan selanjutnya adalah tafahum/saling paham, tak sekedar saling mengenal saja tapi juga sudah mengenal karakter dari saudaranya. Sehingga kehidupan dinamis organisasi dapat berjalan dengan baik. Ada orang yang sensitif, ada yang kurang peka, ada yang kritis, ada yang cuma manut, semua lengkap jika kita sudah berada dalam organisasi (kumpulan orang-orang yang berbeda-beda). Ketika sudah saling memahami, tentu sikap toleran dan 'tepo seliro' antar sesama juga dapat terwujud.
3. Ta’awun (Saling Membantu) 
Setelah saling faham satu dengan yang lain, sebagai seorang saudara yang dipertemukan, diharapkan juga dapat saling membantu, dengan potensi yang dimiliki masing-masing,. Ada yang berfungsi sebagai roda, mesin, stir, rem, kopling, bahkan 'dop'. Semua dibutuhkan dalam sebuah organinsasi, dan diperlukan kerja sama antar semua lini agar 'kendaraan' organisasi itu dapat berjalan.
4. Takaful (Saling Menanggung) 
Takaful/saling menanggung, ketika kendaraan sudah mulai berjalan tentunya ada hambatan di tengah perjalanan yang membuat ban menjadi bocor misalnya, sehingga perlu kepekaan untuk saling menanggung saudaranya agar semua bisa berjalan dengan baik.
5. Itsar (Mendahulukan kepentingan saudaranya dibandingkan kepentingannya sendiri) 
Tingkatan tertinggi dalam ukhuwah ini adalah mendahulukan saudaranya, terdapat kisah 'fenomenal' yang kita kenal ketika beberapa sahabat menemui sakaratul maut dalam peperangan dan sangat kehausan, sebelum meminum dia mendengar saudara di sebelahnya kehausan, dia membatalkan untuk minum dan meminta agar minuman itu diberikan kepada saudara di sebelahnya, ketika ingin meminum, terdapat pula saudara di sebelahnya yang kehausan, begitu pula dia lakukan sampai pada saudaranya yang terakhir dan kemudian mereka semua menemui kesyahidan. Subhanallah...

Dalam sebuah ‘kendaraan’ organisasi alangkah baik sebelum roda-roda organisasi itu berputar, ukhuwah antar pengurus dapat terjalin dengan baik, sehingga dalam berjalan pun bisa seiring setujuan diliputi indahnya ukhuwah persaudaraan. Ketika kendaraan itu harus dengan kencang, semua roda – roda tersebut dapat saling menyokong satu dengan yang lain.
(NA)

Barisan Jihad Pemuda Islam


Barisan jihad pemuda Islam
Baris maju mara kehadapan
Bersama seruan Allahu Akbar
Allahu Akbar, Allahu Akbar
Allahu Akbar

Jadi syuhada itulah idaman
Menyambut panggilan utusan Allah
Tegakkan keadilan demi kebenaran
Hancurkan kemungkaran sepanjang zaman
Hancurkan kemungkaran sepanjang zaman


Berbekal niat yang suci
Tegak tuhid diwajah bumi
Allah semata penentuan
Ridho-Nya murka-Nya tuk asuhan
Segala kemampuan penuh kesungguhan
Hancurkan halangan melaju kedepan
Hancurkan halangan melaju kedepan

Biar basah di bumi Allah
Dengan darah para syuhada
Biar merah berlumuran darah
Pantang mundur walau selangkah
Pantang mundur walau selangkah

Allahu akbar, Allah Maha besar
Majulah wahai barisan jihad
Ummat mulia warisan anbiya
Cintakan akherat zuhudkan dunia
Cintakan akherat zuhudkan dunia


download mp3 klik di sini

Surat dari Gaza untuk Umat Islam di Indonesia

Untuk saudaraku di Indonesia,

Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah, pasti sangat indah dan mengagumkan yah?. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui Tentang negeri kalian.

Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil, yah diatas mobil saudaraku!.

Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2tahun lalu, namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah, itu yang kami dapat dari informasi televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini.

Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan, atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! Mereka mati syahid, saudaraku! mati syahid, karena serangan roket tentara Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini.

Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Tata Cara Pencairan Dana Bansos 2012

Dana Bansos merupakan merupakan dana bantuan sosial berupa hibah yang diberikan kepada anggota/ kelompok masyarakat. Pengaksesan dana bansos ini melalui mekanisme pengajuan dalam bentuk usulan tertulis kepada kepala daerah biasanya dalam bentuk proposal.
Dana Bansos untuk APBD-perubahan tahun 2012 sudah diumumkan dan beberapa kelompok penerima juga sudah mengetahui berapa besaran dana bansos yang akan mereka terima, akan tetapi pencairan dana bansos tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jika pada tahun-tahun sebelumnya cukup denan membawa stempel ke PEMDA, dana bisa cair
Namun, untuk tahun ini peraturan sudah berubah berdasarkan permendagri nomor 32 tahun 2011
silahkan dibaca-baca klik di sini
pencairan bisa dikatakan lebih sulit daripada tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum dana bisa dicairkan. Untuk Kabupaten Sleman contohnya sesuai dengan surat yang ditanda tangani Sekretaris daerah Kabupaten Sleman nomor 900/3017 tertanggal 5 Oktober 2012. Para calon penerima dana hibah harus mengajukan surat pencairan dana hibah (Bansos) kepada Bupati Sleman cq Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman dengan melampirkan :
1. Nomor Surat perjanjian hibah dari organisasi penerima dana hibah tertanggal 12 September 2012
2. Fotocopy surat keputusan susunan pengurus organisasi

Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah [9]: 105)
----------------------------------------------------
Sepanjang berkali-kali ke tempat ini, mungkin pengalaman malam kemarin akan jadi momen paling berkesan. 
Tempat ini dulu rasanya sakral sekali. Hanya orang tertentu yang bisa masuk, para gegedensaja. Mereka berkunjung, berdiplomasi, atau sekedar pesta. Nuansa militeristik sangat kentara. Setiap perilaku tuan rumah rasanya ibarat instruksi.
Namun sejak ia datang, tempat ini sudah seperti balai umum. Setiap orang boleh masuk. Ekspatriat, Pejabat, Demonstran, Petani, Nelayan, Mahasiswa, Rakyat biasa, RT/RW, Kades, buruh dan masyarakat dari beragam elemen, status dan strata tak asing ada disini. Sebagian besar dari mereka pun selalu berkomentar serupa, "bungah, mimpi rasanya menginjakkan kaki di tempat ini."
Awal ia masuk ke tempat ini, yang berarti ia mulai menjalankan fungsinya sebagai pemimpin, banyak orang meragukan. Setiap polling dan survey selalu menunjukkan antusiasme dan atensi rendah dari masyarakat padanya. Beragam komentar miring dari para tokoh parahyangan rajin beredar di media. Isinya sama. Mereka, tak merasakan dampak kepemimpinannya. Mereka, menuntut ia mundur.
Ironis, dan sangat miris. 
Ia, yang tak dikenal. Kemudian mesti jadi pejabat publik, dan menghadapi badai kritik. Jika bukan orang yang menggantungkan diri pada Kasih Sayang Allah, sungguh akan gusar diri dipermainkan opini. 
Namun ia bertahan. Bertahan dan terus Berkarya.Ia jawab semua dengan bukti, dengan Kerja. Dan ini yang unik. Justru saat segala upayanya perlahan menjawab kritik dan kekhawatiran itu, tak ada yang menyambungkabarkannya pada masyarakat. Segala kerja keras yang berbuah penghargaan nasional dan bahkan internasional itu, redup dari ekspos media massa. 
Jika terbiasa datang ke tempat ini, dan berinteraksi dengan para staf akan terdengar keluh dan ekspresi nyaris sama. Mereka, pegawai kerumahtanggaan, penjaga, terlebih para pengawal merasa lelah bukan main. Mengapa demikian? rasanya tak perlu dijawab lugas disini. Cukup coba saja ikuti aktvitas orang satu ini seminggu penuh, dan selamat merasakan kelelahan luar biasa. Saya tak melebih-lebihkan. Jika para pengawalnya yang bergantian shift 3 harian saja bisa sangat kelelahan, apalagi kita yang tak terbiasa??
Ada satu hal yang selalu jadi pertanyaan banyak orang di tempat ini, juga dari orang-orang yang mengenalnya, atau terbiasa berinteraksi dengannya. Darimana, darimana ia bisa mendapat energi untuk memenuhi semua aktivitas itu?

Banyak yang berkomentar. Obat, suplemen, kurma, madu, dan jawaban tebak-tebak lainnya. Tapi sebagai muslim, saya rasa kita tahu jawabnya. Bahwa orang yang tengah bermujahadah di jalan Allah, yang memiliki Visi Besar, pasti akan selalu memiliki spirit besar untuk bekerja, bekerja dan bekerja.
Ya, kedekatan pada Allah itulah sumber energi utama orang-orang yang berjuang dengan benar. Bila bukan karenaNya, tak perlu diragukan bahwa niat yang salah, malas dan putus asa akan menggerogoti amanah kepemimpinan nantinya.

Sepuluh hari terakhir Ramadhan, adalah masa pembuktian seorang Muslim. Bukti atas tekad kuat, bukti kualitas keimanan. Menyesal karena malam ke-21 saya tak i'tikaf, Jum'at 10 Agustus 2012 saya putuskan untuk bermalam di Mesjid. Kebetulan, kala itu saya memang tengah berada disana, di tempat orang itu berdinas.
Selepas 2 rakaat shalat dan beberapa lembar tilawah, ternyata badan sudah tak bisa diajak kompromi. Sekitar pukul 10 lewat, terdengar suara sirine dan rangkaian mobil memasuki rumah dinas ini. "Sang istri baru pulang", tebak saya. Lalu pukul 11 lewat, kembali terdengar gaduh yang sama. "Nah kali ini,sang suami yang pulang", terka saya lagi. Lelah, saya pun rebah. Tak ada siapapun disini, cuma saya sendiri.
Alangkah kaget, sekitar pukul 00.30 dua sosok itu memasuki mesjid. Saya yang tengah terkantuk-kantuk meronjat dan membalas sapaan mereka seadanya. Karena gugup dan malu, kantuk pun rasanya terusir dan saya kembali meneruskan tilawah.
Lelaki it lalu melaksanakan shalat, sekitar 3 meter saja disamping kiri saya, dan sang istri melakukan hal sama di belakang. Selepas shalat, Ia membaca beberapa lembar Al Qur'an, dengan suara yang telah parau. Tak lama, tilawah parau itu pun telah jelas jadi dengkuran.
Dalam hati, saya tersenyum. Menganggap wajar suara dengkuran itu. Dengkuran orang lelah yang siangnya telah melakukan sidang terbatas bersama Presiden RI di Jakarta dan sorenya silaturahim dengan warga Purwakarta. Malamnya ia tarawih keliling di sebuah mesjid di kawasan bandung.

Selepas dirasa cukup porsi tilawah malam ini, saya kembali beranjak shalat. 2 rakaat panjang kembali. Merapal 3 halaman pertama surat kedelapan, surat Al Anfal, surat yang apik diisi pesan-pesan perjuangan.

Ketika salam, baru saya melihat mereka berdua di belakang. 

Sang istri tersandar pada lemari penyimpanan mukena, lelap berbekal selimut. Dan sang suami, bersandar pada sang istri. Lelap dengan dengkuran yang terdengar lebih damai. Pemandangan yang sangat indahn damai dan mendamaikan. 
Kiranya setiap pemimpin seperti itu. Diujung lelah atas aktivitas yang padat, mereka berserah pada Allah. Mereka pertemukan iman mereka dengan jaminan dan Janji-jani Allah atas berjuta karuniaNya di sepuluh malam terakhir. 

Saat kemudian shubuh datang, lelaki itu sudah siaga di Mesjid. Saya jadi orang ketiga yang memasuki mesjid setelah ia dan muadzin. Selepas iqamah, mantap ia melangkah ke mimbar imam. Mengecek anak, keenamnya ada. Begitu pun sang istri.

Mantap ia bertakbir, memimpin Shalat semantap ia memimpin Jawa Barat.

Terima kasih atas inspirasinya, Pak Gubernur Ahmad Heryawan, dan Ibu Netty Prasetyani. 

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

# Akan sangat melelahkan jika pekerjaan-pekerjaan kita karena mengharapkan penilaian makhluk Nya
#Energi pun akan senantiasa habis ketika kita lemah
#Namun, Dia menjanjikan "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Alquran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar (TQS al-Taubah [9]: 11)."