MARS IIBF

Mars IIBF
Lyrik : Nugie Al Afgani
Lagu : Harry BPM
Saatnya kita berkarya
Untuk negeri tercinta
Bersama berbagi beri solusi
Tebarkan kebaikan
Qur’an dan sunnah panduannya
Amal soleh sebagai inspirasi
Mari bergabung bersama kami
Pengusaha muslim sejati
IIBF… IIBF…
Indonesia Islamic Business Forum
Tampil percaya diri siap untuk mengabdi
Bagi Ilahi rabbi
IIBF… IIBF…
Kami siap berbakti
Dari hati yang suci
Dengan tekad yang pasti
Demi Tegaknya Negeri



Pilar-Pilar dalam Berbisnis

Pilar-Pilar apa saja yang harus dibangun dalam berbisnis, pilar merupakan tiang yang menyangga bangunan bisnis, tanpa sebuah tiang, niscaya bangunan akan roboh, ada satu tulisan menarik tentang-pilar-pilar berbisnis...







Ada teman bertanya, apa saja pilar pilar yang harus di bangun dalam bisnis?
Saya Menjawab, ada 5 Pilar Utama
1. Marketing & Sales
2. Production & Oprational
3. Finance & Acunting
4. Human Resources
5. Leadership
T : jika kita masih awal dalam berbisnis dan masih sangat buta harus mulai dari mana, modal masih terbatas, pengetahuan belum banyak, tapi saya ingin memulai usaha maka dari 5 pilar tersebut apa yang boleh di kurangi dulu tapi usaha tetap bisa jalan dan menghasilkan?
J : menurut saya Human Resources, Meski anda belom bisa mengatur atau mengelola karyawan in sya Allah usaha masih bisa berjalan, bahkan meski anda tidak memiliki karyawanpun anda kerjakan sendiripun masih bisa.
T : jika harus dikurangi lagi, pilar apa yang boleh saya kesampingkan dulu?
J : Produksi, anda masih bisa menjalankan usaha meski tidak memiliki produk. Anda masih bisa mengunakan produk yang di produksi orang lain dan meski oprasionalnya belum tersetandar layaknya usaha yang sudah memiliki SOP in sya Allah usaha anda masih bisa jalan.
T: Jika harus saya kurangi 1 lagi, mana pilar yang boleh saya pending dulu.
J : Finance & Aqunting, sebenarnya mengelola keuangan ini sangat penting. Tapi jika anda belum menguasai, jangan putus asa, lanjutkan saja niat memulai usaha. In sya Allah usaha anda masih bisa jalan meski kita hanya tau itungan uang masuk dan keluar saja. Hehehe
T : jika harus mengurangi 1 lagi, pilar mana yang bisa saya kurangi lagi?
J : Marketing, Pilar ini sangat penting sekali, bagi saya ini salah satu pilar terpenting. Karena seorang pengusaha harus bisa menjual, dari menjual kita bisa mendapatkan uang. Jadi pilar ini benar2 memastikan usaha kita bisa jalan atau tidak. Tapi jika harus di hilangkan juga, in sya Allah anda masih bisa menjalankan usaha selama anda mengetahui kunci berbisnis!
T: Apa Kunci Berbisnis yang menjadi 1 pilar terpenting yang harus saya Miliki?
J : Leadership. Yes Kepemimpinan. Seandainya boleh memilih 1 kunci untuk memulai Bisnis, saya akan menjawab Leadership. Kepemimpinan bagi saya merupakan kunci untuk memulai dan sukses dalam berbisnis. Mulai dari memimpin diri sendiri untuk berani Action. Bukan perkara mudah memimpin diri sendiri, anda harus jadi tuan dari diri anda, anda harus bisa memimpin diri anda, karena salah satu musuh terbesar untuk kita menjadi maju adalah diri kita sendiri. Lalu jika tidak menguasai 4 pilar lainnya apa bisa kita memulai usaha, mungkin pertanyaan itu muncul di benak anda? Yes, BISA. Karena dengan kemampuan Leadeship baik anda bisa mengumpulkan, bekerjasama dan memimpin orang yang ahli di 4 pilar/bidang yang saya sebutkan di atas. Jadi Leadership adalah Kunci. Semoga bermanfaat dan silahka di share jika dirasa berguna


dari tulisan abang saya
Coach Ridwan Abadi
http://ridwanabadi.com/leadership-is-the-key/

Pesan Jadwal Sholat Digital Masjid

Menjelang bulan suci ramadhan, kegiatan-kegiatan kemasjidan mulai bergeliat, masjid-masjid berbenah, mulai dari bersih-bersih, cat, menambah fasilitas termasuk Jadwal Sholat Digital. Fasilitas yang sangat bermanfaat bagi jamaah masjid, terutama untuk muadzin yang mendapatkan patokan saat adzan, sehingga mantap untuk mulai adzan.
Toko Jadwal Sholat Digital yang recomended, SMART TECHNO CENTER yang beralamat di jl. sleman-turi km 1 kepitu trimulyo sleman yogyakarta.
tempat pesan jadwal sholat digital masjid, jam digital masjid, jam adzan digital, jam dinding masjid bergaransi dengan harga terbaik, dan telah berpengalaman bertahun-tahun menjadi pelayan masjid. Siap mengirim ke seluruh wilayah indonesia dengan portopolio ratusan masjid mempercayakan pesanannya,
berikut ini link websitenya
www.jadwaldigital.com

untuk langsung berkomuniasi dengan customer service nya, silahkan menghubungi 0877-3415-3111 atau pin BB 57DEF7CB

Baik Saja tidak Cukup?

Teringat seorang pemuda yang sangat baik akhlaknya lagi mulia yang sangat disayang, dipercaya dan dihormati oleh kaumnya. Maka diberikanlah ia julukan sebagai Al-Amin. 40 Tahun lama nya ia disayangi oleh orang-orang di sekitarnya, sampai momentum sejarah kehidupan itu datang. Goa Tsur menjadi saksi turunnya wahyu itu, sebuah pesan pemilik alam semesta yang diturunkan kepada seorang yang berjuluk al-amin yang disayangi, dihormati dan dipercayai oleh orang-orang di sekitarnya. Namun sejak saat itu pula, orang-orang yang dulu menyayangi, mempercayai dan menghormatinya, berbalik arah dan mengira-mengatakan dan memvonis bahwa ia gila, kemudian beramai-ramai para pembesar-pembesar itu membencinya, seketika bahkan lebih dari itu mereka beramai-ramai memusuhi nya. Apa salah sang Al-Amin, pemuda baik hati lagi mulia akhlaknya, yang terkenal sebagai orang yang dipercaya. Apakah ia berubah menjadi orang yang berakhlak buruk? Apakah ia menipu?
Ternyata tidak, Ia tetap berakhlak mulia, ia juga tetap menjaga kejujurannya, Namun Ia dibenci karena ia menyampaikan pesan kebenaran, pesan kebaikan dari Sang pemilik alam ini. Ia mengajak orang-orang yang saat itu dalam masa kegelapan menuju pada cahaya kebenaran. Keluarga yang dulu menyayanginya sebagian mulai sebagian memusuhinya, tak cukup disitu ia menjadi orang yang paling dicari untuk dibunuh. Luar Biasa penderitaan, penyiksaan, embargo dan kezaliman yang ia rasakah bersama para pengikutnya. 23 tahun lamanya beliau bersabar, bukan waktu yang singkat. Andaikan ia cukup menjadi orang baik saja dan tidak menyampaikan pesan kebaikan itu kepada orang lain, mungkin hal tersebut tidak akan terjadi, mungkin seluruh keluarga dan orang-orang di sekitarnya semua tetap menyayanginya, menjadikan ia sebagai Al-Amin. Namun karena Engkaulah Rasul, Sang Kekasih Allah Engkau rela meyusuri Jalan-Jalan penuh duri itu untuk kami umat mu Ya Rasul… Betapa Jarak ini terpisah darimu tapi sungguh hati ini ingin selalu dekat dengan mu ya rasul, Betapa air mata ini selalu menetes saat berada di sisi makammu, seakan engkau dekat. Orang berjiwa besar teladan umatmu. betapa belum pernah kami bersua dengan mu, namun kasih sayangmu kepada kami senantiasa menyelimuti hati kami. Kecintaanmu kepada kami Ya Rasul tak mampu kami membalasnya, di akhir kehidupanmu pun masih engkau mengkhawatirkan kami selepas engkau tiada…

Ya Rasul izinkanlah kami mengikuti jalan mu , Izinkanlah kami menyambung perjuanganmu, walaupun kami tau betapa jalan ini berliku, karena kami sangat mencintaimu Ya Rasulullah 

Cinta Kerja Harmoni

Meraih Semua Mimpi
Cinta Kerja Harmoni

Tetap Tegar Berdiri, Bangkitlah dan Berlari

Jika Ada Cahaya
Sambutlah dengan cinta

Hapus jejak derita Tetap Keras Bekerja,
Sampai mentari pagi menemukan Harmoni



IIBF (Indonesian Islamic Bussiness Forum)

Memahami Positioning IIBF

Surat Cinta Presiden IIBF

"My philosophy is that not only are you responsible for your life, but doing the best at this moment puts you in the best place for the next moment.”
Begitulah kalimat yang keluar dari seorang Oprah Winfrey mengenai pentingnya positioning dalam meraih sukses.
Bahwa bertanggung jawab terhadap kehidupan saja tidak cukup, anda harus melakukan sesuatu yang terbaik pada posisi terbaik untuk ikut membangun masa depan.
Sebagai kader IIBF, kalian layak bertanya.
Mengapa visi IiBF adalah "Building the Character and Wealth"?
Mengapa Purpose IiBF adalah "Untuk menciptakan Pengusaha yang berbisnis layaknya Pebisnis kelas dunia dan berperilaku layaknya muslim yang bertaqwa"?

Dua hal tersebut terformulasi sedemikian rupa tidak lepas dari Positioning yang diambil oleh IiBf dalam peranannya untuk ikut meretas sukses bangsa Indonesia ke depan.

IIBF mengambil positioning "Membangun Karakter Pengusaha Indonesia".

Positioning IIBF ini lebih jauh bisa dimaknai bahwa:

1. IIBF fokus pada Sang Pengusaha, bukan pada Management
2. IIBF menanamkan Prinsip, bukan sekedar Metode
3. IIBF mengutamakan Karakter, bukan sekedar Personal Brand
4. Tujuan utama IIBF adalah pada cara bermain, bukan sekedar transfer Pengetahuan
5. Konsep yang diajarkan IIBF bersandar pada keyakinan, bukan pada konsep yang sedang populer
6. IIBF bertujuan menciptakan Pengusaha kuat, bukan pengusaha yg terlihat hebat
7. Produk unggulan IIbF adalah inspirator bisnis dan kejuangan, bukan macan panggung
8. IIBF dibangun sebagai komunitas pejuang, bukan komunitas untuk cari uang
9. iIBF ingin menjadi ladang amal, bukan ladang bisnis

Positioning inilah yang membuat IiBF memiliki karakter tersendiri.
Maka di IIBF kadernya disebut sahabat pejuang, ada al aqabah, ada Debt Free Center, Pengusaha diajak berhijrah ke arah yang lebih baik, diajak untuk ikut ambil bagian dalam membangun agama dan bangsa. IIBF juga melahirkan gerakan Beli Indonesia yang hari ini menjadi gerakan mainstream yang diikuti oleh berbagai institusi bahkan oleh Pemerintah Daerah.

Layaknya mendirikan sebuah bangunan, banyak pihak yang dibutuhkan disana, masing masing memiliki peranannya sendiri.
Disana diperlukan tukang gambar, tukang batu, tukang kayu, ahli interior, lanscape, supplier bahan bangunan.
Dalam konteks tersebut IiBF memilih positioning menangani pekerjaan struktur yang mencakup rancang bangun, pondasi, pilar, dan kerangka utama.
Apakah itu membangun rumah dengan ukuran tanah 99 meter persegi ataupun gedung pencakat langit dengan jumlah 99 lantai, semuanya membutuhkan struktur yang sempurna sehingga bangunan bisa berdiri dengan kuat dan dapat bertahan dalam segala cuaca.
IIBF meyakini bahwa tanpa stuktur yang kuat, seindah apapun bangunannya, sebagus apapun perabotannya, akan mudah runtuh sewaktu waktu.

Positioning ini bukan persoalan salah atau benar, Positioning adalah sebuah pilihan, dimana mengambil positioning akan membawa konsekuensi yang harus dibayar.

Dalam perjuangannya, konsekuensi dari Positioning yang diambil IiBF bisa dilihat sbb:

1. Ajarannya harus bisa dibedakan dengan jelas, mana IIBF dan mana yang bukan.
2. IIBF harus tegas dalam nilai
3. IIBF harus selektif dalam konsep dan metode
4. IIBF harus berani menjadi diri sendiri: No Compete, No Complete
5. IIBF harus memiliki tingkat kedisiplinan dalam berjuang
6. IIBF tidak boleh menjual ilmu, tidak melarang materi disebar luaskan dengan gratis
7. IIBF tidak boleh mempersoalkan bayaran
8. IIBF harus melihat audiencenya yang heterogen, ada yang kecil, ada yg besar. Ada yang berpendidikan, ada yang kurang berpendidikan.
9. IIBF harus melayani audience sebagai umat, bukan sebagai customer

Sebagai Pengusaha, tantangan tidak pernah usai, masalah demi masalah tidak bisa dihindari. Sebuah konsekuensi memilih menjadi pengusaha. Tidak mudah memang.
Maka keberadaan IIBF diharapkan bisa menemani mereka dalam menghadapi berbagai tantangan usaha, tantangan kehidupan, dan upaya melakukan penguatan karakter mereka sebagai Pengusaha Pejuang.

Ukuran keberhasilan IiBF adalah terciptanya pengusaha kuat yang memiliki semangat kejuangan untuk agama dan bangsa.

Dalam perspektif dakwah kita mengenal produk gagal yang disebut penganut Teology maut, yaitu mereka yang berani mati karena tidak berani hidup.
Dalam perspektif IIBF, disebut kegagalan jika hanya menghasilkan Pengusaha putus asa, salah satunya adalah yang memilih lari ke panggung karena tidak lagi berani berbisnis.

IIBF hingga saat ini dikenal sebagai pelabuhan terakhir bagi Pengusaha yang telah kesana kemari belajar dan tidak menemukan apa yang mereka butuhkan. Hal tersebut bukan lantaran IIBF menyediakan segala galanya bagi mereka, bukan karena IIBF memberikan lebih banyak dari yang lain, bukan karena IIBF telah memberikan janji dengan bahasa marketing yang muluk muluk..mereka menjadikan IIbF sebagai pelabuhan terakhir justru karena IIBF menyampaikan sesuatu dengan jujur, menyampaikan apa yang perlu di fahami oleh mereka sebagai Pengusaha, tidak peduli apakah itu sesuatu yang menggembirakan ataupun justru sesuatu yang memantik kegelisahan mereka..mereka menjadikan IIBF pelabuhan terakhir karena IIBF mengambil peran yang jelas, sebuah pekerjaan yang sudah lama ditinggalkan oleh bangsa ini, yaitu pembangunan karakter!.

Tulisan ini ada jawaban saya atas berbagai pesan keprihatinan yang dikirim ke saya dalam seminggu terakhir ini. Masukan masukan yang mengindikasikan adanya beberapa kader yang menghadapi gejala krisis identitas, melakukan proses pembinaan dan coaching di daerah dengan konsep diluar standar IIBF.

Maka menindak lanjuti hal tersebut saya mengambil langkah sbb:

1. Membentuk Komite yang akan mengurusi, mengevaluasi dan menyelenggarakan kegiatan pembinaan.
2. Meluruskan dan memastikan agar daerah melakukan pembinaan sesuai dengan standard IIBF.
3. Menegakkan disiplin organisasi.
4. Melakukan evaluasi terhadap program vCoach dan merumuskan perbaikan yang harus di ambil sehingga lebih sesuai bagi IIBF ke depan.

Demikian, saya berharap kejadian ini membawa hikmah dan bisa kita maknai sebagai proses penajaman visi, penguatan positioning IIBF di tengah usaha membangun bangsa.

Kedewasaan kader IIBF dalam mensikapi hal ini harus ditunjukkan dengan cara menegakkan disiplin di satu sisi dan tetap membina silaturahmi serta bahu membahu dalam dakwah di sisi yang lain.

Semoga Allah merahmati sahabat pejuang di seluruh Indonesia.

Salam dari Las Vegas, Amerika Serikat.
-Heppy Trenggono



Nuri Ardiansyah
Santri IIBF (Indonesian Islamic Bussiness Forum)



Suami Idaman adalah Remaja Masjid

Pemuda Remaja Masjid adalah Suami Idaman?
Pertanyaan menarik, mengingat salah satu hal krusial dan banyak dibahas oleh kaum muda adalah pernikahan. Menikah adalah sunnah Rasul Allah yang kata orang enaknya biasanya saja tapi nikmatnya luar biasa, setelah menikah. Ga percaya? silahkan anda buktikan, hehe....
Dalam sebuah training remaeja masjid, ditanyakanlah beberapa pertanyaan kepada remaja putri.
Mbak, milih dilamar yang mana ni:
si A. Datang ke rumah pakai sepeda onthel, pakai peci dan orang nya sholeh kemudian menemui bapak ibu anda untuk melamar anda 
(Sholeh tapi Miskin harta)
si B. Datang ke rumah menggunakan mercy, wangi, nampak mempunyai harta berkecukupan, orang nya sholeh... sama dengan yang pertama tadi, datang kemudian menemui orang tua dan melamar anda 
(Sholeh dan kaya raya)
si C. Datang ke rumah menggunakan mercy, wangi,nampak mempunyai harta berkecukupan, tapi turun dari mobil dengan sempoyongan habis mabuk-mabukan... mengetuk pintu dan menemui orang tua anda dan melamar anda 
(Kaya Raya tapi tidak sholeh)
si D... Datang ke rumah dengan sepeda onthel, turun dari sepeda engan sempoyongan habis mabuk-mabukan... mengetuk pintu dan menemui orang tua anda dan melamar anda
(Tidak kaya dan tidak sholeh)

Ternyata sebagian besar peserta yang ikut memilih si B (Materi Muda Kaya Raya, Mati Masuk Surga), dan sebagian kecil memilih si A. Remaja Masjid yang mana?
Gambaran A yang tercermin oleh seorang Ali bin Abi Thalib (dengan kemuliaannya menjadi salah seorang dari 10 orang yang dijamin masuk surga), secara materi harta tidak seperti shahabat lain yang kaya raya namun kesholehan yang luar biasa. 
Gambaran B yang tercermin oleh seorang Abdurrahman bin 'auf (dengan kemuliaannya menjadi salah seorang dari 10 orang yang dijamin masuk surga), secara materi kaya raya ditambah dengan kesholehan yang luar biasa.

Remaja masjid, pemuda islam seharusnya mampu untuk meniru dan memodel rasul dan para shahabatnya yang sudah tidak diragukan lagi kapasitas, kiprah dan jaminan surga yang diberikan oleh rasulullah. Dengan memodel beliau-beliaulah langkah bagi remaja masjid-pemuda islam menjadi para suami idaman, begitu pula sebaliknya para remaja putri yang bisa memodel para shohabiyah jg menjadi istri idaman para pemuda.
Remaja Masjid adalah sebuah wadah ideal bagi para pemuda islam belajar, mengaji, mengkaji, bersosial, beramal, mengaktualisasikan diri dan berdakwah. Mengikuti sunnah Rasulnya dan bersama-sama menjaga keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT. Belajar untuk menjadi seorang suami Ideal sebagai Remaja masjid.

BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) sebagai sebuah organisasi kepemudaan yang menaungi remaja masjid di indonesia, dengan slogannya menjadi muwwahid (pemersatu umat), Mujahid (Pembela kebenararn), musadib muaddib (pelurus & pendidik) serta menjadi Mujadid  (pemeliraha keimanan) benar-benar diharapkan melahirkan para calon-calon suami ideal. 
Karena Suami Ideal adalah Remaja Masjid


Yogyakarta, 27 April 2016
Nuri Ardiansyah
Anggota DPK BKPRMI Kec Sleman