Start Up dalam Bisnis

Semangat Pagi !!!
kata-kata ini yg sering muncul dan terucap dari rekan sekolah bisnis saya, apapun kondisinya dan kapanpun kondisinya,hehe...
Enterpreuner Muda Sekalian, Fase Start Up dalam bisnis adalah fase yang sangat 'melelahkan' bagi para pebisnis di level manapun, tak sedikit pebisnis yang terkena 'seleksi alam'  karena di fase ini tsabat (keteguhan) sangat dibutuhkan, kesabaran dan keuletan seorang pebisnis diuji pada fase ini.
Ada video yang menurut saya menginspirasi, diambil dari kisah pebisnis jepang dengan produknya yaitu Pocari Sweat yang saat ini mendunia dan luar biasa
apakah anda tahu bagaimana dulu memulainya?
Simaklah video berikut :
Sahabat, Enterpreuner Muda Sekalian
Dimanakah posisi anda saat ini?
Dengan keyakinan, keteguhan dan kesabaran Harapan itu masih Ada :)
Silahkan tinggalkan reply/komen atas hikmah video tersebut
Terimakasih
Salam
Nuri Ardiansyah

Haji dan Umroh itu Gratissss (part 2)

True Story 
Ini adalah lanjutan pembuktian bahwa Umroh dan Haji itu Gratiisss… Kisah tentang sebuah keyakinan, kisah tentang kesabaran dan keteguhan. Saya akan menceritakan tentang seorang yang bernama Pak Din, beliau adalah seorang karyawan swasta dengan 1 istri yang tidak bekerja dan mempunyai penghasilan UMR, beliau mempunyai seorang ibu sudah cukup ‘sepuh’ yang berprofesi sebagai penjual makanan di depan rumahnya. Kisah dimulai ketika Pak Din mengunjungi ibu nya, percakapan terjadi di sana dan sampai pada ujung pembicaraan, Pak Din bertanya kepada sang ibu,’ibu apa yang di dunia ini ibu inginkan dan belum kesampaian?’,kemudian sang ibu menjawab,’ aku pengen umroh/naik haji Din’.
‘Mak Deg’ Pak Din mendengar jawaban sang ibu, kemudian Pak Din mulai mengusahakan dengan dating ke rumah saudara2nya dan menyampaikan mohon bantuan karena ibu nya ingin umroh/naik haji. Mendengar apa yang disampaikan Pak Din, keluarganya (Pakdhe, Paklek ,dll) hanya menertawakannya, 
Din…din…umroh haji ki larang, saiki biayane pira?
40 jt pakdhe
lha saiki po yo ibumu arep mangkat dewe, lak yo paling ora kawe ngancani to din? Nek kowe ngancani paling ora butuh duit 80 jt wong loro durung karo sangu ne… (akhirnya misi pertama gagal)
setelah itu pulanglah Pak Din

Dana Bansos 2015 APBD Kabupaten Sleman

Pada Tulisan kali ini saya ingin berbagi informasi terkait dengan dana bansos APBD Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2015. Sperti kita ketahui Dana Bansos merupakan merupakan dana bantuan sosial berupa hibah yang diberikan kepada anggota/ kelompok masyarakat. Pengaksesan dana bansos ini melalui mekanisme pengajuan dalam bentuk usulan tertulis kepada kepala daerah biasanya dalam bentuk proposal.
Selanjutnya proposal tersebut akan dibahas mulai dari internal pemerintah daerah selanjutnya sampai kepada DPRD utuk ditetapkan dlam APBD. Dengan demikian apabila anggota/kelompok masyarakat tidak mengajukan proposal tidak akan diberikan bantuan sosial. Usulan kegiatan & anggaran yang dituangkan dalam bentuk proposal tersebut kemudian harus ditandatangani secara berjenjang mulai dari :
1. Sekretaris dan ketua kelompok
2. Kepala Dukuh setempat / Ketua Takmir (jika organisasi dibawah naungan takmir masjid)
3. Kepala Desa Setempat
4. Camat setempat

Proposal tersebut juga dilengkapi dengan surat pengantar proposal yang juga ditandatangi bertingkat seperti di atas. Bagi anda yang mempunyai organisasi/kelompok yang ingin mengakses dana tersebut untuk tahun anggaran 2015, anda harus memasukkan proposal anda yang ditujukan kepada Bupati Sleman
Yth. Bupati Kabupaten Sleman
Di Sleman
Selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2014 sudah diterima oleh bagian umum Pemda Sleman di kompleks Perkantoran Pemda Sleman (Depan Gedung DPRD Sleman). 
Jika anda membutuhkan contoh-contoh proposal, saya bagikan contoh-contoh proposal yang pernah saya buat dan alhamdulillah tahun kemarin cair dengan plafon antara 1,5 - 2,5 jt per proposal, walaupun masih kurang tapi lumayan untuk suntikan dana kegiatan 1 tahun,hehe...
1. Download Proposal Remaja Masjid Darul Huda Klik di sini
2. Download Proposal TPA Darul Huda Klik Di sini
3. Download Proposal Pemuda Muda Mandiri Klik Di sini
4. Download Proposal Kajian Keputrian Klik Di sini


Di Akhir tulisan saya mengajak mari galakkan kegiatan-kegiatan positif di masyarakat, pemerintah dengan segala upaya nya mendukung kegiatan-kegiatan positif yang masyarakat lakukan, dengan syarat bahwa kita juga pro aktif dalam pencarian informasi.
Sekian semoga bermanfaat


Salam Indonesia


Nuri Ardiansyah
Ketua DPK BKPRMI Sleman

Sang Murabbi

Ribuan langkah kau tapaki Pelosok negri kau sambangi
Ribuan langkah kau tapaki Pelosok negri kau sambangi

Tanpa kenal lelah jemu, Sampaikan firman Tuhanmu
Tanpa kenal lelah jemu, Sampaikan firman Tuhanmu

Terik matahari... Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai... Tak lunturkan azzammu

Raga kan terluka,Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia, Tak silaukan pandangmu

Semua makhluk bertasbih, Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa, Limpahkan rahmat atasmu

Duhai pewaris nabi, Duka fana tak berarti
Surga kekal dan abadi, Balasan ikhlas di hati

Cerah hati kami, Kau semai nilai nan suci
Tegak panji Illahi, Bangkit generasi Robbani...

Album :
Munsyid : Izzatul Islam
http://liriknasyid.com

Dentuman, Gelombang I, 2 dan 3

Dentuman dalam konsep gelombang ini merupakan kondisi dimana sesuatu yg padat mengenai benda cair pertama kali, dentuman terasa oleh sekitar tempat dimana ia terjadi, namun belum bisa terasa sampai jarak yang lebih jauh dari tempatnya.
Bagaimana kita bisa melihat ke belakang terdapat kisah monumental dimana Muhammad (seorang yang al-amin), mendapatkan wahyu pertama dan diangkat menjadi seorang Rasul(-red Dentuman). selanjutnya siapakah orang2 yang mengikuti di awal dakwahnya? (Dentuman pertama ini) berhasil  menarik beberapa shahabat, berikut ini kisahnya
Setelah adanya wahyu, surat Al-Muddatsir: 1-7, yang artinya:
“ Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Rabbmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah. (Al-Mudatsir 74: 1-7)”
Dengan turunnya surat Al-Muddatsir ini, mulailah Rasulullah berdakwah. Mula-mula ia melakukannya secara sembunyi-sembunyi di lingkungan keluarga, sahabat, pengasuh dan budaknya. Orang pertama yang menyambut dakwahnya adalah Khadijah, istrinya. Dialah yang pertama kali masuk Islam. Menyusul setelah itu adalah Ali bin Abi Thalib, saudara sepupunya yang kala itu baru berumur 10 tahun, sehingga Ali menjadi lelaki pertama yang masuk Islam.
Kemudian Abu Bakar, sahabat karibnya sejak masa kanak-kanak. Baru kemudian diikuti oleh Zaid bin Haritsah, bekas budak yang telah menjadi anak angkatnya, dan Ummu Aiman, pengasuh Muhammad sejak ibunya masih hidup.
Inilah fase Dentuman yang berhasil menarik orang-orang di sekitar Rasulullah
Fase selanjutnya adalah Gelombang pertama, merupakan efek dari dentuman yang mulai terasa pada range lebih jauh dari pusat dentuman disebabkan oleh ‘pergerakan’ di sekitar dentuman.
Abu Bakar sendiri kemudian berhasil mengislamkan beberapa orang teman dekatnya, seperti, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa'ad bin Abi Waqqas, dan Thalhah bin Ubaidillah. Dari dakwah yang masih rahasia ini, belasan orang telah masuk Islam. Sedangkan menurut sejarah Islam, putri Abu Bakar yaitu Aisyah adalah orang ke 21 atau 22 yang masuk Islam.

Dakwah secara siriyyah ini dilakukan selama kurang lebih 3 tahun dan setelah orang Islam berjumlah 40 orang, maka turunlah surat (Asy-Syu’ara, 26:214) dan (Al-Hijr ayat 15:94-95)  yang memerintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan.

Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana.

(KAU GUNAKAN PENGAJIAN DI MUSHOLA KAU SEBUT SEBAGAI CARA, KALAU KAMI YANG GUNAKAN KAU SEBUT MENJUAL AGAMA, KAU INI BAGAIMANA....)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kau ini bagaimana..
Kau bilang aku merdeka kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh aku berfikir Aku berfikir kau tuduh aku kafir
Aku harus bagaimana…
Kau suruh aku bergeraklah Aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah
Aku diam saja kau waspadai

Kau ini bagaimana...
Kau suruh aku memegang prinsip
Aku memegang prinsip Kau tuduh aku kaku
Kau suruh aku toleran Aku toleran kau bilang aku plin-plan

Aku harus bagaimana…
Kau suruh aku maju Aku maju kau serimpung kakiku
Kau suruh aku bekerja Aku bekerja kau ganggu aku

Kau ini bagaimana...
Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu Langkahmu tak jelas arahnya
Aku harus bagaimana..

Aku kau suruh menghormati hukum, Kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin, Kau mencontohkan yang lain
Kau ini bagaimana...

Kau bilang Tuhan sangat dekat
Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka damai, Kau ajak aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana...
Aku kau suruh membangun, Aku membangun kau merusakkannya
Aku kau suruh menabung, Aku menabung kau menghabiskannya
Kau ini bagaimana...

Kau suruh aku menggarap sawah, Sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah, Aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

Aku harus bagaimana...
Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap Wallahu A’lam Bis Showab

Kau ini bagaimana..
Aku kau suruh jujur, Aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar, Aku sabar kau injak tengkukku

Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, Sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku, Aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana..
Kau bilang bicaralah, Aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, Aku bungkam kau tuduh aku apatis
Aku harus bagaimana...

Kau bilang kritiklah, Aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya
Aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana..
Aku bilang terserah kau, Kau tak mau
Aku bilang terserah kita, Kau tak suka
Aku bilang terserah aku, Kau memakiku
Kau ini bagaimana, Atau aku harus bagaimana...
-Puisi Gus Mus (Musthofa Bisri)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------